Untuk Kedua Kalinya Kembali Bergabung ke NKRI, KSB Serahkan Senpi Kepada Bupati Puncak Jaya

0
624
Caption : Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda,S.Sos, S.IP, MM, saat menerima Senpi dari perwakilan KSB oleh sdr. Koti Weya (Anggota DPRD Dapil Mewoluk) dan selanjutnya dibuktikan dengan Berita acara penyerahan, pada Senin (22/06/2020) pagi.
Caption : Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda,S.Sos, S.IP, MM, saat menerima Senpi dari perwakilan KSB oleh sdr. Koti Weya (Anggota DPRD Dapil Mewoluk) dan selanjutnya dibuktikan dengan Berita acara penyerahan, pada Senin (22/06/2020) pagi.

MULIA, PapuaSatu.com – Kembali terjadi peristiwa luar biasa di Kabupaten Puncak Jaya, untuk Kedua kalinya dalam Kepemimpinan Bupati Yuni Wonda,S.Sos, S.IP, MM.

Dengan kesadaran diri sendiri masyarakat dari Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) menyerahkan sepucuk senjata api merk BARETTA kepada Negara, melalui Bupati Puncak Jaya yang disaksikan langsung Forkopimda, TNI-Polri, ASN, Instansi Vertikal, Ormas dan Pimpinan Denominasi Gereja dan di Lapangan Alun-alun Kota Baru Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya,  Senin (22/06/2020) pagi pukul 08.45 WIT.

Penyerahan berlangsung dramatis, Senpi laras pendek Baretta berkelir hitam dengan 5 butir peluru diserahkan perwakilan KSB oleh sdr. Koti Weya (Anggota DPRD Dapil Mewoluk) dan selanjutnya dibuktikan dengan Berita acara penyerahan.

Prosesi selanjutnya, Bupati Yuni Wonda menyerahkan, kepada Aparat TNI Polri yakni Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Agus Sunaryo dan Kapolres Puncak Jaya AKBP. Drs. Mikael Suradal, MM disaksikan Wakil Ketua Klasis GIDI Pdt. Telius Wonda dan Ketua DPRD Zakarias Telenggen.

Bupati Yuni Wonda, dalam arahannya menyampaikan Tendison Enumbi yang merupakan salah seorang Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di Kabupaten Puncak Jaya dengan kesadaran diri sendiri telah menyerahkan senjata api kepada Negara.

“Ini merupakan hasil kerjasama dengan melakukan pendekatan dan komunikasi yang kita bangun selama ini sehingga masyarakat dapat membangun kepercayaan kepada Pemerintah” ungkap bupati Yuni Wonda.

Ketika disinggung alasan kelompok KSB tersebut kembali ke NKRI dan menyerahkan Senpi?, Bupati menerangkan bahwa, Tendison memiliki itikad baik dan niat untuk kembali ke NKRI, namun pada hari Jumat (19/06/2020) mengalami kecelakaan dan senpi yang dipegang meledak sehingga melukai kaki kanannya hingga 3 butir bersarang di TKP Distrik Mewoluk.

“yang bersangkutan (sdr. Tendison) kemarin telah dirujuk ke RSUD Dok. II Jayapura dengan protokol Kesehatan, karena yang bersangkutan terkena peluru di 3 titik,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Agus Sunaryo menyampaikan, bahwa penyerahan Senpi ini adalah hal yang sangat luar biasa. Dimana  kejadian ini buka serta -merta diserahkan begitu saja, namun telah melalui proses panjang yakni pendekatan dan penggalangan kepada sdr. Tendison.

“Dasar itulah sehingga yang bersangkutan terus melakukan komunikasi kepada kami, kemudian kami mengajak untuk menyerahkan senjata. Tendison juga sempat menyampaikan bahwa dirinya ingin kembali ke jalan yg benar dan hidup normal,” ungkap Dandim.

Senada dismapaikan Kapolres Puncak Jaya, AKBP. Drs. Mikael Suradal, MM mengungkapkan sebagai Aparat Keamanan, Peristiwa penyerahan ini sangat mengapresiasi kita atas kesadaran Tendison Enumbi yang sukarela menyerahkan senjata api kepada Bupati karena sesuai Undang – undang Nomor 12 Tahun 1951 bahwa Masyarakat Sipil tidak berhak Menggunakan Senjata Api.

Dikatakan, dengan penyerahan senjata api merk baretta ini selanjutnya dapat dilanjutkan dengan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk menelusuri dan mengurai sejauh mana informasi dan peruntukkan senjata api dimaksud selama ini.

Ketua DPRD Zakarias Telenggen dalam kesempatan yang sama juga mengajak kepada seluruh jajaran dan stakeholder Puncak Jaya untuk terus melakukan pendekatan dan pemahaman kepada masyarakat. “Senpi itu milik dan aset negara jadi masyarakat tidak berhak menggunakannya. Pola pendekatan kepada mereka juga harus persuasif” urai Zakarias.

Pada kesempatan itu, Bupati Yuni Wonda menyampaikan dan mengajak seluruh pemangku kepentingan di Papua khususnya Puncak Jaya bahwa Tanggung jawab untuk menjaga keamanan di Kabupaten Puncak Jaya bukan hanya tanggung jawab TNI/Polri, tapi seluruh masyarakat yang berada di Kabupaten Puncak Jaya.

“Pendekatan persuasif dan membantu mereka dengan baik jika mereka mengalami kesulitan itu menjadi faktor mereka tertarik, bukan janji atau barang besar tetapi perhatian dan empati itulah kunci perubahan cara pandang mereka terhadap pemerintah.”ungkap Bupati Yuni yang hari ini juga genap berusia 45 tahun.

Dihari ulang tahunnya juga, Bupati mengungkapkan kunci keberhasilan pengembalian senpi dan kembalinya Saudara Tendison ke pangkuan NKRI adalah sinergi dan kerjasama serta komunikasi dan stakeholder yang ada. [humas Puncak Jaya/redaksi]