Untuk Melihat Prospek Pengembangan Pariwisata, Bupati Jayapura Kunjungi Tiga Destinasi Wisata Alami Danau Sentani

Jembatan yang belum lama dibangun sebagai salah satu fasilitas yang menarik wisatawan yang datang ke Kamung Yokiwa, Distrik Sentani Timur untuk menyeberangi sungai dan melihat pemandangan di sekitar
Jembatan yang belum lama dibangun sebagai salah satu fasilitas yang menarik wisatawan yang datang ke Kamung Yokiwa, Distrik Sentani Timur untuk menyeberangi sungai dan melihat pemandangan di sekitar

SENTANI, PapuaSatu.com – Upaya pengembangan sektor pariwisata alami di tengah kemajuan teknologi informasi, menjadi perhatian Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,M.Si.

Hal itu terlihat dengan dalam dua hari berturut-turut (12-13 September 2021) bupati mengunjungi sejumlah destinasi wisata alami di pinggiran Danau Sentani.

Kunjungan pertama dilakukan di Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur yang terus berkembang menjadi kampung agro wisata.

Di kampung Yokiwa, bupati didampingi Kepala Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DP2KP), Terry Ayomi,  dan Kepala Bagian Humas Kabupaten Jayapura, Sabri M.Nur menyusuri jempatan panjang yang dibangun di pinggiran sungai yang merupakan satu-satunya sungai tempat aliran air danau Sentani ke laut.

Sesekali bupati menyinggahi sarana penunjang, yaitu tower setinggi 16 meter untuk menikmati keindahan pemandangan Danau Sentani, pondok-pondok tempat wisatawan bersantai, dan juga melayani wisatawan yang hendak berfoto bersama.

Berikutnya adalah Kampung Yoboi, Distrik Sentani, yang berkembang dengan ikon Kampung Warna Warni dengan pemandangan sisi daratan berupa hutan sagu yang masih alami.

Kampung Yoboi tumbuh menjadi destinasi wisata yang menarik banyak wisatawan setelah dilakukan pengecatan warna-warni oleh para pemuda, serta ada obyek wisata lainnya yang cukup menarik.

Kunjungan terakhir dilakukan di Kampung Yobe, Distrik Sentani, yang sedang tumbuh menjadi wisata alam yang menonjolkan hasil olahan sagu.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,SE,M.Si saat melihat-lihat mama-mama binaan BPTP Papua yang sedang mengolah sagu menjadi aneka panganan lokal usai membuka festival sagu di Kampung Huruwakha, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (13/9/21)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,SE,M.Si saat melihat-lihat mama-mama binaan BPTP Papua yang sedang mengolah sagu menjadi aneka panganan lokal usai membuka Festival Sagu Huruwakha di Kampung Yobe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (13/9/21)

Pada kesempatan di Kampung Yobe, bupati juga berkesempatan membuka festival sagu Huruwakha, dan meresmikan Caffe Rofelle yang menyediakan aneka menu untuk wisatawan yang datang.

Terkait kunjungannya tersebut, Mathius Awoitauw mengungkapkan kekagumannya atas hasil kreasi di destinasi wisata yang muncul secara alami tersebut.

“Saya memang khususkan dua hari, hari ini dan kemarin untuk mengunjungi destinasi-destinasi wisata yang alami. Destinasi-destinasi wisata hasil kreasi oleh masyarakat sendiri,” ungkapnya kepada wartawan usai membuka festival sagu di Kampung Yobe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (13/9/21).

Tiga destinasi wisata tersebut, kata bupati, tumbuh sendiri tanpa inisiasi pemerintah.

“Mungkin ini harus menjadi perhatian kita. Lebih baik kita mendorong apa yang masyarakat sudah mulai, daripada pemerintah yang merencanakan, kadang-kadang tidak jadi-jadi juga,” ujarnya.

Tiga destinasi wisata tersebut, menurut bupati dua periode di Kabupaten Jayapura itu, sangat alami dan benar-benar menampilkan tentang Papua.

“Kemarin saya ke Yokiwa, itu beberapa hari sebelumnya mereka menyelenggarakan festival aleaha center,” ceritanya.

Pada festival tersebut, ada seni budaya, seni tari, dan seni ukir hasil kreasi anak-anak muda yang masih sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA.

“Itu luar biasa hasil karya-karya itu,” tandasnya.

Terkait kunjungannya ke Kampung Yoboi, adalah tetkait rencana untuk anak-anak muda setempat, karena bisa melakukan kreasi-kreasi besar serta potensinya yang luar biasa.[yat]