Usai Ditembak, OPM Mutilasi Seorang Petani di Intan Jaya

0
331
Caption : Suasana warga saat menyaksikan korban penembakan di Kampung Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Jum’at Mei 2020.
Caption : Suasana warga saat menyaksikan korban penembakan di Kampung Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Jum’at Mei 2020.

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) menembati mati seorang petani kebun yang merupakan warga asli Papua bernama Yunus Sani (40 tahun) di Kampung Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Jum’at Mei 2020.

Sadisnya, usai ditembaki, kelompok OPM ini juga memutilasi korban. Atas peristiwa itu, warga setempat langsung menuju lokasi dan melihat langsung kondisi korban.

Kasus tersebut diketahui ketika seorang seorang Pastur Gereja Mbegulo, Niko Wakey. Dimana  awalnya, Niko Wakey sedang mengantar anaknya dari Enarotali.

Saat kembali ke Kampung Mbegulo dan di tengah perjalanan Kampung Megataga, Distrik Wandai terdengar bunyi tembakan kurang lebih sebanyak 8 kali.

Setelah bunyi tembakan reda Niko Wakey melihat kelompok OPM turun dari Kampung Magataga langsung menghampirinya, dan bahwa telah membunuh Yunus Sani.

Dari penyampaian itu, Niko Wakey menghampiri lokasi kejadian dan ternyata korban Yunus Sani (40 tahun) telah di bungkus dengan karung oleh kelompok OPM tersebut.

Mendengar informasi tersebut Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel CPL Eko Daryanto, saat dikonformasi, membenarkan peristiwa penemabakan secara biasab itu.

Ia mengatakan, KKSB atau OPM seakan menebar virus menyabut nyawa para warga asli Papua yang berada di bumi Papua, ini sangat biadab, tidak benar.  “Apapun alasan mereka, tidak dibenarkan tindakan penembakan dan mutilasi warga sipil di Papua,” pungkas Kapendam.  [redaksi]