Wagub Aryoko : Dengan Kolaborasi Pusat dan Daerah, Produksi Beras Papua Bisa Lampaui 50 Ribu Ton

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemerintah Provinsi Papua menggelar *Rapat Koordinasi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) Provinsi Papua Tahun 2026 di Jayapura, Rabu (23/7/2026).

Rakor ini menjadi langkah strategis dalam rangka percepatan pencapaian Swasembada Pangan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani di Tanah Papua.

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Papua dan seluruh jajaran Kementerian Pertanian RI.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Papua, beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas komitmen pendampingan dan sinergi yang terus dibangun dalam mendukung percepatan Program Swasemada Pangan di Tanah Papua,” ujar Aryoko saat membuka kegiatan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong transformasi pertanian.

“Kolaborasi yang telah terjalin ini merupakan fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menurunkan transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan,” katanya.

Wagub Aryoko menyebut, sejak akhir 2025 hingga Juni 2026 Papua telah menerima berbagai dukungan strategis dari pusat berupa alat dan mesin pertanian, bantuan ground pertanian, pengembangan advanced agricultural system seluas 425 hektare.

“Di mana didukung juga dengan pembentukan brigadi tanah, pengembangan benih kelapa dan kakao, serta pemeliharaan tanaman sagu di Kabupaten Jayapura dan di Biak. Seluruh dukungan ini menjadi modal penting dalam mempercepat peningkatan produktivitas pertanian di Papua,” ujarnya.

Dengan dukungan tersebut, Pemprov Papua optimis mampu memproduksi lebih dari 50 ribu ton beras melampaui kebutuhan konsumsi sekitar 48 ribu ton per tahun.

“Sehingga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Papua, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” tegas Aryoko.

Pemprov Papua juga terus mendorong hilirisasi komoditas unggulan, seperti kelapa, kakao dan sagu agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi petani sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah.

Sebagai bentuk komitmen terhadap modernisasi pertanian, Pemprov juga menyiapkan pembangunan pabrik pakan ternak di Kampung Yamua, Arso 6, Kabupaten Keerom.

“Pabrik ini dirancang mampu menyerap sekitar 1.500 ton jagung petani setiap bulan,” ungkapnya.

Wagub menekankan, swasembada pangan tidak bisa dijalankan sendiri oleh pemerintah.

“Namun demikian, kita menyadari bahwa mewujudkan Swasembada pangan dan hilirisasi pertanian di Papua tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan melalui komunikasi yang baik,” katanya.

Ia berharap rakor ini menjadi momentum menyamakan langkah.

“Kami berharap rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan langkah, memperkuat koordinasi dan menyusun strategi bersama agar pembangunan pertanian semakin maju, modern, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Papua,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Aryoko berharap ada dukungan keberlanjutan dari Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR untuk pembangunan bendungan dan jaringan irigasi.

“Pada kesempatan ini pula kami berharap dukungan keberlanjutan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia dalam pembangunan bendungan, serta jaringan irigasi guna menuju keberhasilan program cetak sawah di Papua,” harapnya.

“Marilah kita menjadikan rapat koordinasi ini sebagai ruang untuk memperkuat komitmen, mempererat kolaborasi, serta menghadirkan inovasi demi terwujudnya pertanian Papua yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.[Yat]