Wanita Berusia 24 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Kamar Mandi

3895
Terlihat Orang sedang memeluknya anaknya yang sudah meninggal dunia usai gantung diri di kamar Mandi, jumat (8/9/2017) sore. (Ist/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Seorang wanita berusia 24 tahun bernama Santi Faisei, ditemukan  tergantung di kamar mandi rumahnya  yang  berlamat kampung Kemonjaya Distrik Waropen Bawah Kabupaten Waropen-Papua, pada Jum’at  (8/9/2017) sore sekitar pukul 15.30 WIT.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dipakukan pihak kepolisian sektor Waropen, korban meninggal dunia karena bunuh diri.  Kini pihak kepolisian telah melakukan oleh TKP, memintai keterangan saksi untuk memastikan penyebab korban bunuh diri.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal saat dikonfirmasi menyebutkan, korban ditemukan pertama kali oleh ayah kandungnya, Tomas Faisei. “Awalnya Tomas pulang dari Bank Papua dan saat hendak ke kamar mandi ia melihat anaknya telah gantung diri dengan menggunakan kain yang di ikat pada fentilasi,”  katanya, Sabtu (9/9/2017) kemarin.

Melihat kejadian itu, Tomas bergegas menurunkan korban dari fentilasi dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit dengan menggunakan jasa mobil Ambulance untuk mendapat perawatan karena nafas korban masih ada. Namun dalam perjalanan korban tidak bisa selamatkan karena sudah meninggal dunia.

Peristiwa itu langsung menghebohkan warga sekitar lokasi. Bahkan, puluhan warga berbodong-bondong untuk mendatangi rumah korban untuk melihat langsung kondisi korban yang sudah meninggal keluarga selamaini.

Kendati demikian, tegas Kamal, pihak  kepolisian belum mengetahui penyebab gadis cantik ini nekat mengakhiri hidupnya. “Anggota disana masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab korban bunuhg diri,” pungkasnya.

Kamal berharap  kepada seluruh warga terutama kepada kaum muda, baik laki-laki maupun perempuan agar  setiap persoalan ataupun yang terjadi harus disampaikan ke orang tua agar persoalan tidak membawa pada hal-hal yang negative.

“Orang  tua juga kami berharap untuk  mengetahui  sifat anaknya, sehingga ketika ada perubahan perlu melakukan pendekatan sehingga apa yang dialami bisa disampaikan dan diselesaikan persoalan  yang dihadapi,” imbuh Kamal. (Nius)