Wiranto : Sekarang Mari Kita Bersama-Sama Bertekad Jangan Sampai Ini Terulang Lagi

0
40
Menkopolhukam RI, Jenderal TNI (purn) Dr. Wiranto, saat menyampaikan pesan-pesannya pada pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di VIP Room Bhuma Yakhu Base OPS Lanud Silas Papare, Rabu (9/10/19).
Menkopolhukam RI, Jenderal TNI (purn) Dr. Wiranto, saat menyampaikan pesan-pesannya pada pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di VIP Room Bhuma Yakhu Base OPS Lanud Silas Papare, Rabu (9/10/19).

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Menkopolhukam RI, Jenderal TNI (purn) Dr. Wiranto, mengajak semua pihak untuk berkomitmen bersama agar peristiwa anarkis yang menelan korban jiwa dan kerugian materil yang tidak sedikit, agar tidak terulang lagi.

Hal itu diungkapkan Wiranto pada kesempatan melaksanakan pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, yang digelar di VIP Room Bhuma Yakhu Base OPS Lanud Silas Papare, Rabu (9/10/19).

“Sebenarnya kejadian kemarin yang tidak pernah kita inginkan, tapi itu sudah terjadi sekarang mari kita bersama sama bertekad jangan sampai ini terulang lagi di Papua bahkan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pada pertemuan yang merupakan rangkaian kunjungannya ke sejumlah daerah di Papua tersebut, juga dihadiri Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Prof Drs. M Tito Karnavian, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab, dan Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw.

Wiranto juga menyampaikan, bahwa kedatangannya ke Papua adalah untuk menemui para tokoh yang ada guna mendengar secara langsung, melihat langsung apa yang terjadi di Papua, dan kemudian menyerap aspirasi para tokoh-tokoh dan masyarakat.

Kata Wiranto, Presiden sudah membangun negeri ini dan berupaya, serta tidak pernah berhenti untuk memikirkan rakyat, dan mencari jalan terobosan untuk bagaimana rakyat kita sejahtera.

“Tentu untuk membangun negeri ini, membangun ekonomi, kesejahteraan perlu keamanan, kerukunan, kedamaian. Presiden meminta untuk segera mengembalikan, memulihkan, membangun kembali puing puing yang sudah rusak, yang terpenting adalah membangun kembali persaudaraan kerukunan yang kemarin rusak,” paparnya.

Kehadirannya bersama Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, adalah untuk membantu pemerintah daerah membangun kembali kerusakan akibat kerusuhan kemarin.

“Tentu saja membangun psikologis masyarakat membutuhkan waktu, membutuhkan bantuan dari para tokoh masyarakat dan agama untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk kembali melakukan pekerjaannya, mereka sebenarnya ingin sekali tidak meninggalkan Bumi Papua dan ingin tetap bekerja, hidup berdampingan bersama dengan masyarakat di Papua,” ujar Wiranto.

Panglima dan Kapolri, kata Wiranto, sudah bekerja keras untuk menjamin keamanan daerah yang kemarin terjadi kerusuhan, sehingga masyarakat merasa aman, nyaman, damai dan rukun kembali.

“Kami menerima aspirasi dari masyarakat pendatang dan asli Papua, semuanya kami tampung karena tugas kami mendengarkan aspirasi rakyat,” jelasnya.

Berkaitan dengan kerugian-kerugian akibat kekacauan, akan didata secara baik dan bisa dilaporkan kepada Kapolda, Bupati, Gubernur dan pihaknya di Kemenkopolhukam akan mengawasi.

Terkait dengan pemberian bantuan, yang ada ruko atau rumah akan dibantu oleh pemerintah setempat atau provinsi.

Dan bila ada bangunan yang lebih besar lagi, yang mana provinsi tidak bisa memberikan bantuan karena APBD-nya tidak mencukupi, akan dilaporkan dan menjadi perhatian pemerintah pusat.

“Selanjutnya, berkaitan dengan pembangunan di Papua, saya mendampingi Presiden, tidak pernah ada pemikiran menganak tirikan Papua, bahkan beliau selalu menanyakan pembangunan di Papua, pembangunan infrastruktur, membangun perbatasan, pelabuhan laut, pelabuhan udara menyamakan harga pokok di Papua,” tandasnya.

Memurut Wiranto, Presiden memberikan perhatian khusus agar kemajuan di Papua bisa lebih cepat.

“Saya juga setuju dengan aspirasi bapak pendeta tentang korupsi harus ditangkap. Mari kita bangun kembali persaudaraan kita, saya yakin bahwa yang membuat tindakan kekerasan bukan masyarakat Wamena, tetapi yang membuat tindakan kekerasan merupakan orang yang tidak bertanggung jawab yang menginginkan kekacauan di negeri ini,” jelasnya.[yat]