Yakenpa Dan UNICEF Mengisiasi Program Papua Bisa Untuk Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mamberamo Tengah

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Yayasan Noken Papua (Yakenpa) dan UNICEF Papua menginisiasi program Papua Benahi Sanitasi (Papua BISA) kepada Kabupaten Mamberamo Tengah dan Kabupaten Jayapura, melalui Lokakarya pengenalan program Papua BISA, Selasa (6/4) di Hotel Fox Jayapura.

Program Papua BISA merupakan sebuah upaya percepatan kampung stop buang air besar sembarangan (BABS).

Program ini juga melibatkan pihak Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dinas PU, dinas PUPR, serta Bapeda Provinsi Papua.

Kepala perwakilan UNICEF Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan menjelaskan alasan mengapa pihaknya memilih Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mamberamo Tengah menjadi target Program Papua BISA.

“Mamberamo Tengah sudah menunjukkan komitmen yang bagus untuk eliminasi BABS 6 kampung sudah deklarasikan bebas dari BABS. Sedangkan Kabupaten Jayapura sudah mendeklarasikan 44 dari 144 kampung sudah bebas dan terus menunjukan komitmen dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Ia juga katakan, bahwa pihaknya akan terus mendampingi agar masyarakat punya dorongan untuk merubah perilaku. “Ini tidak bisa berjalan tanpa adanya dorongan dan dukungan dari masyarakat juga. Ini harus ada perubahan perilaku dalam masyarakat,” kata Ramdan.

Ditempat yang sama, Kepala bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah, Helda Walli mengungkapkan masyarakat di Kabupaten Mamteng sudah sekitar 40 persen yang memiliki jamban.

“Kami optimis karena kami sudah start dari 2019 mulai pelatihannya. Di tahun 2020 kami bisa jalankan program tersebut di 6 kampung, tahun ini targetnya 10 kampung,” ungkapnya.

Disampaikan, ini adalah suatu budaya jadi bukan hanya dari Dinas Kesehatan tapi harus ada keterlibatkan dari tokoh agama dan tokoh adat.

“Kita harus bahu membahu entah itu dari PU, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, semua harus terlibat. Kendala terbesar saat ini adalah akses air bersih, karena saat kita ke kampung, kita desak punya jamban tapi terkendala air,” pungkasnya. [ayu]