Yakoba Lokbere : Kata Maaf Tidak Bisa Selesaikan Persoalan Rasisme

0
1325
Yakoba Lokbere
Yakoba Lokbere

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Usai permintaan maaf dari Gubernur Jawa Timur beredar di media terkait kalimat rasisme yang diucapkan kepada mahasiswa Papua di Surabaya, Yakoba Lokbere sebagai Tokoh Perempuan pun angkat bicara.

Menurutnya, kata maaf tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sebab menurutnya, persoalan yang dihadapi mahasiswa Papua di Kota Surabaya sesuatu yang sangat sensitif sehingga kata maaf saja bukanlah sesuatu yang pas untuk diterima begitu saja oleh masyarakat Papua.

“Itu butuh proses serta waktu yang lama untuk dapat melupakan. Ibaratnya ini dibuat luka, lalu dibuat luka lagi jadi kapan sembuhnya. Jadi kalau Gubernur Jawa Timur meminta maaf ya silahkan saja karena masyarakatnya dan ormasnya tidak terdidik itu melakukan kesalahan,” katanya kepada PapuaSatu.com via  selulernya, Selasa (20/8/2019).

Yakoba mengungkapkan, kalimat rasis yang dilontarkan secara global tidak dapat diterima karena sangat sensitif bahkan menurutnya kalimat tersebut tidak pantas diutarakan oleh masyakat Surabaya kepada mahasiswa Papua disana karena mereka berada disana untuk mengenyam pendidikan. “Mereka cari ilmu disana, kalau mendapati ada sesuatu yang salah, lakukan pendekatan secara persuatif,” ungkapnya.

Dirinya menyampaikan, umur bangsa Indonesia telah cukup tua yakni 74 tahun, seharusnya tingkat toleransi sesama umat sebangsa diperkuat.

“Apalagi kita punya pancasila yang menyatukan bangsa. Perkataan rasis kepada Papua bukan baru satu kali, seringkali diucap oleh teman-teman dari daerah lain, saya menilai bahwa bamgsa ini belum mematikan rasisme,” tegasnya.

Bahkan ia menerangkan, bahwa selama ini bangsa Indonesia belum berhasil mengambil hati orang Papua. “Ya, karena hingga saat ini sesuatu yang dilontarkan untuk orang Papua berbau rasisme dan sensitif. Ibarat singa yang tidur, jadi apapun yang dilontarkan untuk orang Papua saat ini akan menimbulkan aksi yang tidak sesuai,” terangnya.

Namun ia berharap dengan adanya kejadian ini ada koreksi dari berbagai pihak dan Indonesia dapat mengindonesiakan orang Papua. [ayu]