Yan Mandenas : Pembangunan di Papua Tidak Bicara Aspek Infrastruktur Semata

0
910
Anggota Komisi I DPR RI, Yan P. Mandenas saat menerima masterplane pengembangan RSUD Dok II Jayapura dari Direktur RS Dok II Jayapura, drg. Aloysius Giyai, Rabu (14/10/20)
Anggota Komisi I DPR RI, Yan P. Mandenas saat menerima masterplane pengembangan RSUD Dok II Jayapura dari Direktur RS Dok II Jayapura, drg. Aloysius Giyai, Rabu (14/10/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Menurut politisi Partai Gerindra yang kini duduk di Komisi I DPR RI, Yan P. Mandenas, pembangunan di Papua, terutama di kawasan yang berdekatan dengan perbatasan Negara RI-PNG, tidak semata bicara aspek infrastruktur.

“Juga bisa mendorong diplomasi kita,” ungkapnya saat ditemui wartawan usai kunjungannya di RSUD Dok II Jayapura, Rabu (14/10/20).

Dengan pembangunan yang ada, kata Yan Mandenas, akan memperkuat diplomasi dari aspek pengembangan infrastruktur dan SDM yang akan memberi warna di kawasan Pasifik.

Salah satu pembangunan yang diharapkan bisa memberi warna adalah keberadaan rumah sakit Dok II Jayapura, sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Papua.

“Rumah sakit ini kan menjadi obyek vital nasional yang strategis dalam rangka menangani ancaman-ancaman biologis kedepan, seperti yang kita hadapi saat ini, pandemi Covid-19,” jelasnya.

Karena itu, kunjungannya ke RSUD Dok II, sekaligus untuk memberi dukungan dan juga apresiasi kepada pihak manajemen maupun paramedisnya yang telah merawat dan memberi pelayanan terbaik dalam menekan angka pandemi Covid-19 di Provinsi Papua

Di kesempatan sama, drg. Aloysius Giyai mengungkapkan harapannya kepada Yan P. Mandenas anggota Komisi I DPR RI lainnya agar sungguh-sungguh membantu pengembangan RSUD Dok II sebagaimana masterplane yang dibuat dan diserahkan kepada Yan Mandenas dalam kesempatan tersebut.

“Sesuai masterplane, Tahun 2023 kita bisa nyatakan bahwa di Indonesia ini, di Papua sebagai bagian dari NKRI, ada sebuah rumah sakit yang dibanggakan oleh rakyat,” ungkap drg. Alo sapaan akrabnya.

Yang mana, sesuai Masterplane tersebut, pengembangan RSUD Dok II membutuhkan anggaran Rp 1,6 triliun yang dirancang sejak Tahun 2019 hinggga tuntas Tahun 2023.

Anggaran tersebut, kata drg. Alo, bukan hanya untuk fisik bangunan, tapi juga untuk pengadaan peralatan dan pengembangan SDM di rumah sakit.

Dalam kunjungannya, Yan Mandenas juga menyerahkan bantuan dari pribadi selaku Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Papua, berupa 1500 alat rapid test dan 500 alat swab.[yat]