Yan Mandenas Sebut Masalah Utama Bukan Ekonomi Tapi Masalah Lapangan Pekerjaan

Yan Mandenas

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Yan Permenas andenas, Politikus Partai Gerindra asal yang saat ini duduk sebagai Anggota DPR RI mengungkapkan bahwa masalah ketersediaan lapangan pekerjaan merupakan masalah utama di seluruh Indinesia.

“Hari ini masalah utama yang kita hadapi di Indonesia ini bukan soal kita bicara menghadapi masalah ekonomi, tapi masalah lapangan pekerjaan,” ungkapnya saat jumpa pers di Kota Jayapura, Papua, Rabu (7/2/24).

Dikatakan, masalah lapangan pekerjaan menjadi masalah utama di seluruh tanah air.

“Masyarakat kita mengalami hal yang sama, banyak sekali sarjana-sarjana yang pulang ke kampung dan menjadi pengangguran, bahkan di Papua ini tidak bisa kita hitung dengan jari,” sambungnya.

Dikaitkan dengan situasi saat ini, yakni menghadapi Pemilu yang akan menentukan siapa presiden terpilih, juga gubernur, bupati/walikota serta para anggota dewan (legislatif), masyarakat dimintanya untuk bisa melihat visi pemimpin yang akan dipilihnya.

“Saya mengajak masyarakat untuk harus melihat visi dari setiap pemimpin, bukan melihat secara lokal dengan mengelola APBD semata,’ ungkapnya lagi.

Dikatakan, bahwa masyarakat harus melihat potensi pasar global, yakni pasar bagi perkembangan yang membuka lapangan pekerjaan baru di daerah-daerah.

“Kita harus membuka akses global ini, tujuannya agar lapangan pekerjaan itu bisa dibuka lebih luas,” jelasnya.

Dikatakan, orientasi masyarakat pencari kerja juga harus diubah, agar tidak lebih condong untuk menjadi pegawai negeri.

Hal itu, tentunya juga harus didukung dengan pengembangan sektor lain, seperti pertanian dan lain-lainnya yang lebih manjanjikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya contohkan, misalnya ada beberapa negara yang mereka kembangkan pertanian. Mereka kembangkan pertanian di Afrika. Warga Afrika terlibat sebagai pekerja petani dan mereka lebih banyak kaya daripada orang bekerja sebagai pegawai negeri sipil,” ceritanya.

Sehingga, Yan Mandenas berharap masyarakat dapat menentukan pemimpinn pilihannya yang mempunyai visi besar.

“Visi besar ini apa, supaya menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan yang baru sesuai potensi yang ada di masyarakat,” ujarnya.[yat]