
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua bersama TNI, Polri sepakat menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme di tanah Papua karena dapat merusak tatanan sosial, ekonomi dan budaya serta politik.
Kesepakatan penolakan segala bentuk radikalisme dinyatakan dalam Fokus Group Discosion (FGD) kerukunan umat beragama dengan tema “Tebarkan Kedamaian” di kantor Kementerian agama Provinsi Papua, Kamis (24/5/2018).
Hal ini untuk menindaklanjuti hasil rapat bersama lintas agama, TNI POLRI yang menghasilkan beberapa point penting yang dibacakan langsung kepala kantor Kementerian agama Provinsi Papua, Pdt. Arsal Yowei. SE. M.Pd.K di dampingi TNI POLRI dan tokoh agama (FKUB).
Ada 5 point penting yang dihasilkan dalam FGD tersebut diantranya, Menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme di tanah Papua karena dapat merusak tatanan sosial, ekonomi dan budaya serta politik.
Semua mimbar keagamaan hendaknya berpedoman pada nilai ajaran agama yang penuh cinta kasih dan kedamaian.
Bersikap bijak dalam penggunaan media sosial (medsos), dengan mewaspadai isi yang terkait dgn berita bohong (hoax), menebar kebencian dan paham radikalisme.
Meningkatkan komunikasi dan kerjasama pemerintah, TNI POLRI, pemimpin lintas agama, masyarakat dalam menghadapi persoalan radikalisme dan terorisme untk menjaga dan menciptakan Papua tanah damai.
Mendukung TNI POLRI untk meningkatkan pengamanan terhadap masuknya orang orang dgn paham radikalisme dan terorisme di bandara dan pelabuhan.
Kegiatan FGD dihadiri Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Drs. Yakobus Marjuki, Kepala kantor kementerian agama Provinsi Papua Pdt. Arsal Yowei. SE. M.Pd. K, Sekertaris FKUB Provinsi Papua, Drs. H. T. Pasaribu, Kolonel Ridwan (Kabid Kum Dam XVII/Cenderawasih), PHDI Provinsi Papua, Ustad Umar Bin dan I Komang Ady Wandana. [loy]










