Polres Nabire Amankan Pelaksanaan Debat Kandindat Paslon Deiyai

“Ya, sempat  terjadi kesalahpahaman dengan salah satu wartawan saat salah seorang PNS dikeluarkan dari Gedung Gues House karena tidak memiliki ID Card. Namun anggota kepolisian setempat sudah meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Namun dengan sikap itu, dua anggota kepolisian sedang dilakukan pemeriksaan atas sikap yang dilakukan,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal.

PapuaSatu.com – Aparat Kepolisian Resor Nabire mengamankan jalannya debat kandindat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Deiyai, pada Sabtu (5/5/2018) pagi sekitar pukul 09.00 WIT di Guest House.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, personil pengamanan debat kandindat ditempat di pagar Guest Haouse. “Petugas kepolisian tetap menjaga tempat masuk pelaksanaan debat kandindat dan tidak memperbolehkan bagi masyarakat yang tidak memiliki ID Card atau tanda pengenal,” kata Kamal.

Namun beberapa saat kemudian diketahui sekitar 100 orang masyarakat yang tidak memiliki ID Card memaksa masuk untuk menyaksikan para calon pemimpin mereka di dalam ruangan. Bahkan salah satu PNS kabupaten Deiyai bernama Nando menerobos masuk ke dalam Gedung Guest House.

Namun personil kepolisian dipimpin Kabag Ops Paniai Kompol Sukapdi dan Kasubag Bin Ops olres Nabire AKP Sri Kasiono berupaya mengeluarkan oknum tersebut terjadi adu mulut dengan kepolisian. Lantas disaat bersamaan salah satu wartawan.

Dimana disaat Nando dikeluarkan terjadi kesalah pahaman antara petugas setempat dengan salah satu wartawan  tabloidjubi.com karena mengambil gambar pada saat Nando dipaksa keluar oleh petugas setempat.

“Ya, sempat  terjadi kesalahpahaman dengan salah satu wartawan namun anggota kepolisian setempat sudah meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Namun dengan sikap itu, dua anggota kepolisian sedang dilakukan pemeriksaan atas sikap yang dilakukan,” katanya.

Kamal menegaskan, pihaknya menyesalkan insiden tersebut meskipun diawali dengan menerobosnya beberapa masyarakat ke dalam tempat acara Debat Kandidat Cabup dan Cawabup.

Namun ia berharap agar semua masyarakat tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan panitia karena terbatasnya tempat duduk maupun ruang debat kandindat. “Kami harap ke depan masyarakat dapat mematuhi aturan yang ada agar tidak insiden lagi,” paparnya. [loy]