Apel Gabungan Satgas Ops Aman Nusa II Matoa Bersama TNI dan Sat Pol PP Papua

161

JAYAPURA, PapuaSatu.com   Apel Gabungan Satgas OPS Aman Nusa dan Operasi Ketupat Polda Papua bersama dengan TNI dan Sat Pol PP Provinsi Papua berlangsung di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua,  Rabu tanggal 13 Mei 2020.

Hadir dalam apel tersebut Asisten I Setda Provinsi Papua Doren Wakerwa, Dir Samapta Polda Papua selaku Kasatgas Aman Nusa Kombes Pol Sondang Siagian, S.IK, Dir Pol Airud Polda Papua selaku Wakasatgas Aman Nusa Kombes Pol. Ir. Kasmolan Kasat Pol PP Provinsi Papua Wiliam R Manderi, S.IP, M.SI, Wakasat Brimobda Papua AKBP Soeroso, Kabag Binops Biro Ops Polda Papua/ Kasat Ops Aman Nusa II Polda Papua AKBP Aris Rusdiyanto, S.IK. M.Si,  Kabag Kerma Polda Papua AKBP Daniel Priyonggo Wp, Pabandyalit Sinteldam XVII Cenderawasih Mayor Inf. Verry.

Dalam sambutannya Doren Wakerwa menyebutkan, bahwa apel tersebut untuk menindak lanjuti hasil kesepakatan bersama guna melaksanakan sosialisasi serta mengambil langkah langkah mengantisipasi penyebaran Virus Corona yang sudah tersebar di kalangan masyarakat hingga banyak yang menjadi korban khususnya di wilayah Provinsi Papua.

“Hari ini atas nama Gubernur Provinsi Papua menyampaikan terima kasih kepada kita karena atas kerjasama akan kekompakan serta kebersamaan kita bisa mewujudkan satu kesehatan yang lebih prima di Provinsi Papua,” katanya.

“Kita melakukan sesuatu untuk kebaikan umat manusia, di Provinsi ini segala keterbatasan yang kita alami segala kekurangan kita alami fasilitas alkes kita sangat terbatas tetapi dengan kerelaan, keikhlasan hati kita melakukan sesuatu untuk kebaikan masyarakat Provinsi Papua ini maka Tuhan akan membalas apa yang kita laksanakan dalam kehidupan kita,” tambah Doren.

Pada kesempatan teesebut,  Doren mewakil Gubernur Papua menyampaikan terima kasih banyak kepada Kapolda, pangdam, DanLanud, Dan Lantamal, Kajati dan Kalanti Provinsi Papua serta Forkopimda Provinsi Papua sepakat kita akan melakukan pembatasan waktu atau yang dimaksud social Distancing maupun juga physical distancing serta termasuk pembatasan waktu.

“Hari ini kita lakukan sosialisasi tanggal 13 ini sampai tanggal 16 selama 4 hari dan kemudian pada tanggal 17 kita akan melakukan penindakan,” tukas Doren.

Doren meminta kepda seluruh komponen TNI polri bersama satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Provinsi Papua kita mengendalikan kota ini supaya virus tidak berkembang ke mana-mana karena mereka tidak tahu dari mana datang virus ini apalagi di Papua budaya yang paling kental adalah berjabat tangan dan berpelukan.

“Kita harus mengendalikan diri kita berupa jaga jarak, gunakan masker dan tetap dirumah oleh sebab itu kita harus mengendalikan fisik dan sosial termasuk batasan waktu sampai pukul 14.00 Wit,” mintanya.

Sementara itu,  Dir Samapta Polda Papua Kombes Pol. Sondang Siagian S.IK, mengatakan bahwa Polda Papua tetap melaksanakan kegiatan hari adalah merupakan tindak lanjut dari Keputusan bersama pemerintah Provinsi Papua bersama Forkopimda Provinsi Papua terkait dengan penanganan mengantisipasi penyebaran Virus Corona di wilayah Provinsi Papua.

Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan berupa memberikan sosialisasi kepada Masyarakat bahwa kita harus mentaati himbauan pemerintah Provinsi Papua yang mana akan dilakukan Pembatasan Waktu khususnya diseluruh Wilayah Provinsi Papua dimana aktivitas Masyarakat hingga pukul 14.00 Wit.

 

Bahkan lanjut dia, mulai tanggal 13 Mei hingga tanggal 16 Mei 2020 kita sebagai aparat yang tergabung dalam satgas tugas penanganan Covid-19 di wilayah Provinsi Papua akan melakukan sosialisasi berupa himbauan kepada masyarakat dan pada tanggal 17 Mei 2020 hingga selanjutnya kita akan melakukan penindakan kepada setiap Masyarakat yang tidak mentaati.

Kabag Kerma Polda Papua AKBP Daniel Priyonggo Wp dalam kesempatannya mengatakan bahwa kegiatan kita akan dilaksanakan selama 4 hari hingga pada tanggal 16 Mei 2020 dan pada tanggal 17 Mei 2020 kita sudah melaksanakan penindakan kepada masyarakat yang tidak mentaati Himbauan Pemerintah Provinsi Papua.

“Ke depan kami akan membagikan lagi pada kelompok kelompok kecil guna langsung turun ke tengah-tengah masyarakat dan kemudian menggunakan alat pengeras suara guna memberikan sosialisasi berupa himbauan,” ujarnya. [redaksi]