Bahas SKB Sosial Distancing IV, Bidang Ketertiban, Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Corona Virus-2019 (Covid-19) Papua Gelar Rakor

207
Suasana Rakor Bidang Ketertiban, Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 menggelar rapat koordinasi di Kantor BPBD Kota Jayapura, Sabtu (9/5/20)
Suasana Rakor Bidang Ketertiban, Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 menggelar rapat koordinasi di Kantor BPBD Kota Jayapura, Sabtu (9/5/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Guna membahas terkait SKB Social Distancing IV, Bidang Ketertiban, Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 menggelar rapat koordinasi di Kantor BPBD Kota Jayapura, Sabtu (9/5/20).

Hadir dalam kegiatan yakni Ketua Harian Tim Satgas Pencegahan COVI-19 Provinsi Papua, Welliam R. Manderi,SIP., M.Si, Sekretaris Tim Satgas Pencegahan Covi-19, Musa Isir, Dir Samapta Polda Papua Kombes Pol Sondang Siagian selaku Kasatgas Aman Nusa II Tahun 2020, Dir Binmas Polda Papua, Kombes Pol M. Nasihin, Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Pol Kolestra Siboro S.H,  Kabag Bin Ops Biro Ops Polda Papua AKBP Aris Rusdiyanto SIK, Msi dan Kasatpol PP Kota, Muksin.

Ketua Harian Satgas (Kasatpol PP & PBD) Provinsi Papua mengatakan, sesuai petunjuk Wakil Gubernur dan Kapolda Papua, untuk segera menindaklanjuti pasca Nota Kesepakatan III tanggal 5 Mei 2020 untuk menindaklanjuti dari kesehatan, dampak  termasuk penegakan kebijakan nota kesepakatan.

Dalam Rakor tersebut, disepakati bahwa dalam tindakan perlu sinergitas antara Polri, TNI dan Satuan Pol PP di Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Provinsi, mengingat angka kasus covid-19 masih tinggi.

Maka perlu dilakukan langkah–langkah untuk menindaklanjuti kebijakan nota kesepahaman Forkompimda, dan hasilnya akan disampaikan ke Pangdam XVII Cenderwasih dan Kapolda Papua.

Mengingat, nota kesepahaman yang dicapai masih belum dilaksanakan sepenuhnya oleh masyarakat dengan masih banyaknya pergerakan aktivitas.

Berbagai masukan disampaikan peserta rapat, seperti bagaimana menyakinkan masyarakat, bahwa dengan tinggal di rumah adalah hal yang utama dalam pemutusan mata rantai penularan.

Kasatpol PP Kota dalam kesempatannya mengatakan hasil rapid test dan PCR ditemukannya kasus reaktif dan positif covid-19, sehingga kebijakan telah diambil Walikota untuk menutup sementara (karantina) khusus wilayah Pasar Hamadi dan sekitarnya.

“Penyebab tingginya angka penularan adalah masyarakat tidak disiplin dengan menggunakan masker, stay home, physical distancing, rumah makan diharapkan tidak makan di tempat,” ungkap Kasatpol PP.

Perlunya mendirikan chek point untuk pembatasan, gunakan ID Card dan surat tugas untuk petugas, serta melakukan koordinasi antar Kabupaten dan kota dan diambil alih oleh Provinsi.[yat]