Bhayangkari Papua Dibekali Tentang Pengelolaan Keuangan Keluarga dan Investasi

559

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ibu-ibu Bhayangkari di lingkungan Pengurus Daerah Papua dibekali tentang system pengelolaan keuangan keluarga dan investasi di sector jasa keuangan.

Hal itu dilakukan melalui workshop Pengelolaan Keuangan Keluarga dan Investasi di sektor jasa keuangan yang digelar di Aula Rastra Samara Polda Papua, Rabu (10/10/2018), dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-66 tahun 2018.

Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa OJK merupakan lembaga negara yang dibentuk berdasarkan undang-undang nomor 21 tahun 2011 yang memiliki tugas dan kewenangan mengatur dan mengawasi semua jasa keuangan baik itu di perbankan, asuransi, BMN, BPJS, serta melakukan perlindungan kepada masyarakat.

“Dalam undang-undang OJK bisa melakukan kegiatan preventif dari sektor keuangan. Maka pada tanggal 27 Maret 2018, telah dilakukan MOU antara Bhayangkari Pengurus Pusat (Ketua Bhayangkari Umum Ny. Tri Tito Karnavian) dengan pihak OJK pusat. Dalam rangka meningkatkan akses keuangan anggota Bhayangkari,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, kata Misran Pasaribu, kepada peserta workshop diberi beberapa materi, diantaranya pengelolaan keuangan keluarga, seperti kebutuhan sekolah anak, membeli rumah, dan kebutuhan lainnya.

Materi selanjutnya investasi saham (pasar modal), investasi emas bersama pegadaian.

“Kepada ibu-ibu bhayangkari agar selalu waspada terhadap berbagai penipuan investasi bodong karena dapat kerugian keuangan kita,” imbaunya.

Di kesempatan sama, Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Martuani Sormin mengungkapkan bahwa, workshop tersebut untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan keluarga.

“Karena sebagai seorang istri Bhayangkari mempunyai peran tanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan keluarga (rumah tangga),” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, anggota Bhayangkari harus menjadi pribadi yang cerdas dan bijaksana serta mampu mengutamakan kebutuhan dari pada keinginan.

“Dengan harapan ibu-ibu semua akan lebih mengetahui pemahaman tentang keuangan. Karena ibu-ibu harus mampu dan memiliki kemampuan pengelolaan keuangan rumah tangga,” ujarnya.[yat]