Dari Dialog Interaktif Seputar Operasi Patuh Matoa 2020 Polda Papua di Situasi Pandemi Covid-19

0
85
Suasana dialog interaktif seputar Operasi Patuh Matoa 2020 Polda Papua yang di studio TVRI Papua
Suasana dialog interaktif seputar Operasi Patuh Matoa 2020 Polda Papua yang di studio TVRI Papua

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dalam rangka mensosialisasikan Operasi Patuh Matoa 2020 Polda Papua di Tengah Pandemi Covid-19, Dir Lantas Polda Papua melakukan dialog interaktif yang disiarkan langsung melalui TVRI Jayapura, Kamis (23/7/20) pukul 19.00 WIT.

Tampil sebagai narasumber, Dir Lantas Polda Papua, Kombes Pol. M. Nasihin, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky D. Ambrauw, S.Sos., M.Si., dan Kasat Pol PP & PBD Prov Papua. Welliam R. Manderi., S.IP., M.Si.

Dir Lantas Polda Papua Kombes Pol. M. Nasihin dalam kesempatannya mengatakan bahwa mulai Hari Kamis (23/7/20) pagi, Polda Papua bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan Operasi Patuh Matoa 2020.

“Pelaksanaan ini serentak Se-Indonesia, untuk di Papua sendiri Polda Papua dan Polres-Polres jajaran,” ungkapnya.

Tujuan operasi tersebut, adalah mendisiplinkan masyarakat terhadap pelanggaran-pelanggran lalu lintas, yang rawan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang fatal.

“Ada empat prioritas pelanggaran, yaitu tidak menggunakan helm, kecepatan kendaraan, pengendara tidak memiliki SIM, pengendara dalam keadaan mabuk dan lain-lain,” paparnya.

Selain itu, juga mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama di jalan dan transportasi umum di tengah pandemi covid-19.

“Semoga selama 14 hari sejak mulai dari 23 Juli sampai dengan 05 Agustus 2020 ada partisipasi masyarakat cukup tinggi, menyadari pelanggaran lalu lintas yang mengakibatkan menimbulkan kecelakaan dan mampu menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.

Dikatajan, dalam pelaksanaan operasi telah diinstruksikan kepada personil di lapangan untuk mengutamakan melaksanakan kegiatan preemtif.

“Contohnya melakukan edukasi kepada masyarakat dengan membuat marka jalan untuk roda dua supaya ada jarak satu dengan yang lain sehingga tidak menimbulkan cluster baru,” jelasnya.

Selain itu, juga mengajak masyarakat agar semua menggunakan masker dan mencuci tangan.

Personil juga melakukan penegakan hukum, agar masyarakat sadar betul.

Polda Papua juga melombakan cara bertindak kepada masyarakat, membuat kreatifitas menggunakan masker.

“Pengguna masker terbaik di akhir Operasi Patuh akan diberikan hadiah, dengan harapan dengan motivasi itu berikutnya masuk adaptasi kebiasaan baru masyarakat sudah menjadi terbiasa,” ujarnya.

Di kesempatan sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky D. Ambrauw, S.Sos., M.Si., menyatakan, dukungannya pada pelaksanaan Operasi Patuh Matoa 2020.

“Kami mendukung program yang dilakukan Dit Lalu Lintas Polda Papua bagaimana mengatur adanya social distance dengan membuat marka marka jalan,” ungkapnya.

“Ini adalah himbauan sangat bagus, agar terbiasa mematuhi rambu dan marka jalan,” ujarnya.

Reky Ambrauw pun berharap agar semua masyarakat yang masuk dan keluar Provinsi Papua, mengikuti surat edaran yang telah dikeluarkan pemerintah.

“Ikuti intruksi pemerintah baik untuk Provinsi maupun antara Kabupaten dan Kota. Kami juga menghimbau agar selalu mengikuti protokol kesehatan baik di bandara maupun di pelabuhan,” imbaunya.

Sementara itu, Kasat Pol PP & PBD Prov Papua, Welliam R. Manderi., S.IP., M.Si mengatakan, bahwa di Operasi Patuh Matoa 2020 sekarang ini lebih ditingkatkan lagi kedisiplinan masyarakat berkaitan dengan Lalu Lintas seperti empat prioritas yang telah di sampaikan Dir Lalu Lintas Polda Papua.

“Dalam situasi covid-19 seperi ini Provinsi Papua trend mengalami kenaikan, sehingga kunci utama pendisiplinan masing-masing orang untuk memutus rantai covid 19, lakukan protokol kesehatan, jaga jarak, cuci tangan dan selalu gunakan masker,” ungkapnya.[yat]