Dialog Polisi Menyapa Dengan Tema Menjaga Toleransi Jelang Bulan Ramadhan Puasa di Tengah Pandemi Covid 19

209

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Bertempat di Media Center Polda Papua telah dilaksanakan dialog interaktif Polisi menyapa dengan tema “Menjaga Toleransi Jelang Bulan Ramadhan Puasa di Tengah Pandemi Covid 19, Kamis (23/04/2020).

Hadir sebagai Narasumber yakni Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH, Ketua NU Prov. Papua KH. DR. Toni Wanggai dan bapak Pdt. Hiskia Rollo, S.Th,M.Th.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH, dalam kesempatannya menyampaikan bahwa secara keseluruhan situasi dan kondisi di Provisi Papua cukup aman dan kondusif.

“Saya secara pribadi sangat prihatin terhadap saudara kita ketika kemarin sempat di media Sosial, dia menyampaikan bahwa warga tetangganya mengucilkan dia. Ini yang perlu kami sampaikan kepada seluruh warga masyarakat bahwa siapa saja yang terkena wabah Covid 19 atau Virus Corona ini, bukanlah Aib tetapi perlu kita berikan penguatan kepada yang bersangkutan dan keluarganya baik itu penguatan mental atau ekonomi sehingga situasi ini akan menjadi baik,” katanya.

Kamal menyebutkan, dari waktu ke waktu ada peningkatan dari saudara saudara kita yang positif menjadi sembuh setelah di rawat 14 hari dirumah sakit. “itu tidak terlepas penguatan dari saudara saudara kita seperti keluarga, tetangga, dan partisipasi kita sangat dominan dan juga tidak terlepas dari tim medis itu sendiri,” paparnya.

Oleh karena itu, semua harus secara komulatif secara bersama sama mencegah Virus Corona ini agar tidak berkembang, cukup sampai tadi malam saja yang di umumkan 124, jangan lagi terus berkembang.

“Jangan sampai virus ini dapat menyebar kemana mana, , dengan cara apa agar virus ini tidak berkembang tentu kita harus mematuhi dan mendengarkan perintah dari pemerintah pusat, pemerintah daerah tingkat Provinsi, Kepala Daerah Pemerintah setempat yang melalui Kepolisian bahkan melalui para tokoh agama dan kita kita harus bersinergi untuk sama sama menjaga jarak, serta selalu ikuti himbauan pemerintah,” ujarnya.

“Alhamdulullah sampe hari ini sangat baik terkait dengan toleransi antar beragama di Provinsi Papua namun kita perlu ingatkan kembali kepada seluruh warga masyarakat bahwa saudara kita kaum muslim itu besok akan menjalankan ibadah puasa,” tambahnya.

Lebih lanjut dismapaikan Kamal bahwa Puasa yangg akan di jalankan adalah ibadah puasa Ramadhan yang wajib hukumnya untuk semua orang muslim menjalankan nya dan puasa ini di laksanakan selama 1 bulan penuh. Dengan situasi dan kondisi seperti ini kita harus saling mensupport memberikan penguatan karena tentu situasi ekonomi juga sedikit terganggu, situasi kesehatan juga terganggu.

“Saat inilah kita sebagai tokoh agama dan masyarakat untk menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman dulu karena situasi dan kondisi saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari FKUB Provinsi Papua, Pendeta Hiskia Rollo. S.Th, M.Th dalam kesempatannya mengatakan bahwa kita sudah mengetahui bersama tentang penyebaran Virus Corona atau Covid 19 ini secara mendunia oleh sebab itu nasehat nasehat yang di sampaikan oleh Presiden RI, para menteri hingga para Bupati, Gubernur sampai kepala kepala kampung agar itu di perhatikan dan di cermati serta dilaksanakan dengan baik.

“Kemaren sebagai umat Kristiani beberapa minggu lalu kita telah melaksanakan perayaan Jumat Agung yaitu Paskah dalam suasana yang sangat seserhana sekali dan tidak pernah kita menduga sebelumnya dan bagi saudara saudara kita yang muslim untuk mempersiapkan diri untuk memasuki Bulan suci Ramadhan sebulan penuh,” katanya.

Dikatakan, FKUB Prov. Papua terus mengimbau supaya semua dapat menahan diri, dan berusaha untuk mengerti apa yang sudah di anjurkan oleh pemertintah, disaat seperti ini mari kita gunakan media komunikasi seperti Sms, telepon dan Video call dengan sanak saudara dan kita doakan agar Virus ini cepat berlalu.

“Kami dari FKUB juga menghimbau kepada saudara saudara umat beraga baik Muslim, Nasrani, Hindu dan Budha mari kita berama sama untuk menjaga situasi dan kondisi dalam memasuki bulan Suci Ramadhan bagi umat Muslim,” imbaunya.

Ketua NU Prov. Papua KH. DR Toni Wanggai dalam kesempatannya mengtakan bahwa pada hari ini tanggal 23 april 2020, kementrian agama dan Ormas Islam akan melaksanakan sidang Hisbat untuk menetukan tanggal 1 ramadhan tahun 2020 dan Insya Allah tanggal 24 besok kita akan memasuki 1 Ramadhan.

Oleh karena itu ada himbauan dari kementrian Agama dan MUI selama melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan ini kita tetap beribadah di rumah baik melaksanakan Sholat Taraweh pada malam-malam bulan Ramadhan, Tadarus Al Qur’an, Sholat Jumat dan juga melaksanakan sholat Idul Fitri karena di khawatirkan akan menyebarkan Pandemi covid 19 karena dapat menyebabkan kerumunan.

Menurut MUI ibadah bukan hanya Baca Qur’an dan sholat saja, akan tetapi kalau kita menyelamatkan orang lain itu juga termaksud ibadah karena berbuat baik kepada orang lain adalah sedekah, dan sedekah dapat menolak bala. [redaksi]