Dinas TPH Rutin Salurkan Sayuran Segar Kepada Warga di Wilayah Karantina Khusus

181
Penyerahan bantuan sayuran segar dari pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura kepada warga di wilayah karantina khusus Pasar Lama Sentani
Penyerahan bantuan sayuran segar dari pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura kepada warga di wilayah karantina khusus Pasar Lama Sentani

SENTANI, PapuaSatu.com – Selain bantuan sembilan bahan pokok dari pemerintah daerah Kabupaten Jayapura,  ratusan warga yang sedang menjalani masa karantina wilayah tertentu di Pasar Lama Sentani,  juga mendapatkan bantuan sayuran segar dari pemerintah melalui dinas ketahanan pangan dan hortikultura Kabupaten Jayapura.

“Kami terus memberikan bantuan sayuran selain bantuan bahan makanan,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura  Kabupaten Jayapura, David A. Zakaria, S.Pt kepada Tim Media Covid 19 di Posko Induk Covid 19 Kabupaten Jayapura, Senin (4/5).

Dikatakan, untuk sayuran segar yang dibagikan kepada  warga yang dikarantina di Pasar Lama Sentani, dibeli langsung dari sejumlah petani lokal yang ada di Kota Sentani.

“Kami beli dari kelompok kelompok tani yang ada di wilayah Kota Sentani,” ungkapnya.

Dikatakan, pembagian sayuran tersebut diberikan bersamaan dengan distribusi bahan makanan yang diserahkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Sosial.

Diakui, sejauh ini belum semua warga mendapatkan sayuran tersebut, karena minimnya ketersediaan sayuran di kelompok tani yang ada.

Karena selain melayani pembelian dari pemerintah, petani-petani lokal ini juga harus melayani beberapa pelanggan penjual sayur lainya.

“Jadi  persediaan kita masih terbatas karena jumlah produksi sayuran juga dibagi dengan para para pelanggan lainnya,” ujarnya.

Ditambahkan, upaya pemerintah membeli sayur dari masyarakat atau kelompok tani yang ada di Kabupaten Jayapura ini sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi terhadap masyarakat. Dengan begitu para petani sayuran tidak terlalu terkena dampak akibat minimnya pembeli.

“Jadi ini juga yang didorong oleh Bapak Bupati supaya ada pemberdayaan terhadap para petani yang ada di wilayah ini,” tambahnya.[yat]