Informasi Pemukulan Salah Satu tenaga Bantuan PT.Korindo Oleh Polisi HOAX

0
294
Kabid Humas Polda Papua Drs. Ahmad Mustofa Kamal, SH
Kabid Humas Polda Papua Drs. Ahmad Mustofa Kamal, SH

JAYAPURA, PapuaSatu.com  – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal, membantah keras adanya postingan  yang beredar di media sosial Facebook atas pemukulan salah satu Tenaga Bantuan (TB) PT.Korindo Abadi POP-A Asiki bernama, Marius Batera yang dilakukan oleh anggota polisi hingga meninggal dunia, Pada Senin tanggal 18 Mei 2020.

“Itu tidak benar. Itu Hoax. Dari hasil Otopsi yang dilakukan oleh Tim Dokter Klinik PT. Korindo POP-A Camp 19 Asiki  korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Selain itu ditubuh korban tidak ditemukan adanya lebam maupun luka lecet,” tegas Kamal.

Kamal menjelaskan, peristiwa itu berawal sekitar pukul 11.30 Wit saksi an. Engelbertus Inabu yang sementara bertugas di pos 1 Kantor umum PT. Korindo POP-A Camp 19 melihat Korban an. Marius Batera (40) berboncengan dengan istrinya mendatangi Kantor umum PT. Korindo POP-A dengan membawa senjata tajam berupa busur  serta  anak  panah dan diletakan di samping pintu masuk kantor, selanjutnya korban masuk ke dalam Kantor, sehingga saksi mengikuti korban yang menuju ke Kantor Bagian Umum.

Saat Korban keluar dengan dalam keadaan emosi dari dalam Kantor Korban sempat menyampaikan kepada saksi bahwa  “Perusahan Ada Gusur Saya Punya Pisang di Blok VII 16  dan Blok VII 17” kemudian saksi menyampaikan bahwa agar korban tenang dan pulang saja, nanti saksi akan membantu menyelesaikan permasalahan ini.

Kemudian korban mengambil Busur dan Anak Panah yang ditinggalkan disamping pintu Kantor umum lalu naik di motor dan akan pulang.

Disaat bersamaan anggota PAM Obvit PT. Korindo POP-A an. Brigpol MY ingin mengambil Busur Panah dari korban namun korban tetap memegang busur panahnya sehingga terjadi perebutan sambil Korban berkata “Komandan kasih saya punya Busur Saya mau Jalan” setelah korban melepaskan busur panahnya sempat terjadi keributan antara korban dan Brigpol MY dan busur tersebut dapat diambil oleh Brigpol MY, kemudian Brigpol MY menyuruh korban untuk pulang bersama istrinya.

Sekitar pukul 12.15 wit Korban datang di klinik dalam keadaan meronta-ronta gelisah dan marah, sehingga Perawat kesulitan mengambil tindakan medis dan pasien juga menolak untuk dilakukan / ambil Tindakan Medis untuk Pemasangan Oksigen.

Keluhan korban/Pasien mengalami sesak Nafas sambil memukul mukul dadanya dan minta turun dari tempat tidur untuk berbicara dengan anak Perempuannya sambil marah-marah, Pasien juga sempat Minum dan Muntah 1 (satu) kali. Setelah korban dinaikan ke tempat tidur oleh tenaga medis dan dimasukan ke ruangan UGD Klinik Korban tetap menolak untuk di periksa serta dipasangi Infus dan Oksigen. Sekitar pukul 13.00 wit korban dinyatakan Meninggal Dunia (MD).

Kamal menegaskan, dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya lebam maupun luka lecet pada korban dan korban meninggal akibat serangan jantung. “  Hingga saat ini Jenasah Korban masih disemayamkan di Ruang UGD Klinik PT. Korindo POP-A Camp 19 Asiki menunggu Keluarga / Orang Tua Korban dari Distrik Woropko,” jelasnya..

Kamal kembali menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dari Tim Dokter Klinik PT. Korindo POP-A Camp 19 Asiki  dan hasil otopsi bahwa korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Selain itu ditubuh korban tidak ditemukan adanya lebam maupun luka lecet.

Kendati demikian, oknum anggota polri Brigpol MY, saat ini telah diamankan di Mapolres Boven Digoel guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara Jenazah korban direncanakan akan dibawa ke Camp 19 Asiki ke Tanah Merah kemudian, jenazah akan disemayamkan di Rumah Bapak Canisius Benbop jalan Arimop Tanah Merah selanjutnya akan dimakamkan di Lahan Keluarga jalan Baru Kampung Sokanggo Tanah Merah.

“Kami atas nama Polda Papua mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya saudara Marius Batera, semoga mendapat tempat yang terbaik disisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan penghimburan,” pungkasnya. [redaksi]