Inilah Hasil Dialog Interaktif Dengan Bertemakan “Sosialisasi Pencegahan Dalam Penanganan Covid 19”

144

JAYAPURA, PapuaSatu.com –   Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH, Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel CPL. Eko Daryanto, Kasat Pol PP & PBD Papua Welliam Manderi, S.I.P, M.Si,melaksanakan dialog interaktif di stasiun TVRI Jayapura, Rabu (13/05/2020) malam.

Dalam dialog interaktif bertemakan “Sosialisasi Pencegahan Dalam Penanganan Covid-19”, untuk  menindak lanjuti keputusan Gubernur Provinsi Papua besama Forkopimda terkait perpanjangan masa tanggap darurat covid 19 serta pembatas sosial yang diperluas dan di perketat.

Pada kesempatan itu, Kasat Pol PP & PBD Papua Welliam Manderi, S.I.P, M.Si mengatakan sampai saat ini berkaitan dengan pembatasan wilayah sosial bersekala luas sudah ada pada 4 tahapan yaitu, pertama tanggal 26-09 April 2020, Tahapan ke dua tanggal 10 April-23 April 2020,Tahapan ke tiga tanggal 23 April – 06 Mei 2020, Tahapan ke empat tanggal 07 Mei -04 Juli 2020. Dari pembatasan sosal ini kita sudah melakukan pernyataan status tanggap darurat ke dua.

“Dari pembatasan bersekala luas yang di perketat, tanggap darurat  yang dilakukan sampai hari ini, kami lihat trek  masih meningkat.  Oleh sebab itu sesui dengan kesepakatan ke 4 kemarin dimana Wagub bersama forkopimda menginginkan penanganan disiplinan masyarakat dengan cepat sehingga bisa mengurangi virus,” ujarnya.

Dari pertemuan-pertemuan di lakukan sampai kemarin Pempro Papua melalui tim Covid Papua melakukan diskusi dan dari diskusi tersebut akan ada beberapa tahapan yang akan di lakukan, pertama tanggal 11 Mei -12 Mei 2020 melakukan sosialisasi lewat media electronik dan media lainnya.

“Hari ini tanggal 13-16 Mei 2020 kita melakukan sosaisasi dengan cara langsung turun di lapangan memberikan penyampaian kepada masyarakat terkait kedisiplinan dan pemberian stiker himbauan agar masyarakat paham dan mengerti. Perlu ada pemahaman masyarakat untuk mentaati himbauan atau pernyataan yg di sampaikan oelh pemerintah sehingga bisa menekan virus,” tuturnya.

Selanjutnya, tanggal 17 Mei -21 Mei 2020 Pemprov Papua akan melakukan penindakan tanggap darurat yang di perpanjang, dalam berbagai rangkaian kegiatan dilakukan kita bekerja sama dengan Polda dan kodam yang jadi tugas tanggung jawab kita sebagai tim satgas yang merupakan perintah dari Satgas Provinsi Papua.

Menurut, Welliem, Gubernur dan forkopimda menginginkan kita cepat melakukan tindakan penanganan covid 19 dengan langkah humanis sehingga masyarakat sadar dan taat.  “Oleh sebab itu dalam upaya ini kita sebagai aparat pemerintah kita lakukan hal terbaik untuk masyarakat banyak,” katanya.

Welliem menegaskan bahwa seharusnya masyarakat harus taat agar mempercepat penanganan covid 19.  “Kita tidak ingin kembali perpanjangan darurat ini maka dari itu masyarajat harus patuh, taat dan disiplin sehingga Apa yang kita harapkan semua bisa tercapai,” ucapnya.

Untuk itu, ia berharap sinergitas antara pemerintah kota, kabupaten ke distrik atau di distrik ke lurahan hingga RT/RW. “Kita tetap melakukan kordinasi ke semua Kabupaten Kota sampai saat ini ada 5 daerah menjadi zona merah hal yang penting penangan serius,” tukasnya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH, mengatakan bahwa Polda Papua menginginkan agar tahapan pertama penangan covid 19 sudah harus diselesaikan karena Papua pertama tama di Indonesia melakukan penutupan tranportasi jeluar masuk ke wilayah Papua. Hanya saja tidak ada kesadaran sehingga hal ini memberi pelajaran bagi dan terus melakukan sosialisasi.

“Sejak tahan pertama sampai tahapan ke tiga tidak ada kesadaran yang membuat kita cukup prihatin. Apa menjadi kebijakan pak gubernur,  Kapolda, Pangdam dan forkopimda mengambil kebijakan strategi penanganan covid 19 tidak merebah keseluruh Papua.

Maka dari itu langkah dilakukan pimpinan daerah kita (Polri) siap mendukung tugas yang di emban rekan Satpol PP bersama sama melakukan tindakan ke empat,” ujarnya.

Tentu, lanjut Kamal, harapan semua jangan sampai perpanjangan tanggap darurat ke lima,  sebab ketika diberlakukan penindakan tidak ada aktifitas masyarakat di luar rumah, semua dilakukan kegiatan beribadah maupun belajar semua dari rumah, itu harus di pedomani dan dilaksanakan.

“Berkali kali pimpinan kita memberi himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan keguatan keluar rumah bila keluar rumah tetap gunakan masker,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kamal mengharapkan kepada seluruh seluruh masyarakat bahwa masalah covid 19 adalah masalah bersama. “Pemerintah, TNI-Polri tidak abisa melakukan sendiri, perlu kesadaran dibangun perorangan di lingkungan kita tinggal dan tempat bekerja kemudian kita sosialisasi bersama kita saling mengingatkan,” tegas dia.

Terkait sosialisasi dilakukan oleh Polri sudah dilakukan sejak awal bulan Maret dari Ops Aman Nusa II yang di bentuk dari Mabes Polri, Ops Aman Nusa II terkait bencana alam virus khusus penanganan ini.

“Untuk sosialisasi kita lakukan sejak dini, awal bulan Maret kita sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat baik melalui media electronik,cetak maupun medsos. Rekan-rekan kita Satuan Pol Air mereka melakukan sosialisasi di kawasan dipisisir pantai mauapun di sisi danau sentani, kita terus lakukan upaya sosialisasi ini dengan menyambangi masyarakat,” katanya.

Bahkan lanjut dia,  Kapolda Papua telah memanggil para Kapolres dan para Kasat Segarnizun Jayapura untuk menindak lanjuti perintah presiden, presiden perintahkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mengawal pembagian bantuan pemerintah harus sampai kepada masyarakat jangan sampai tumpang tindih.

Iapun mengakuit bahwa Tiga kepala daerah di Jayapura sepakat tidak ada aktivitas pukul 14.00- 06.00 wit dengan harapan untuk memutus mata rantai covid 19 ini, ketika ada masyarakat kumpul kita akan himbau bilapun sudah di himbau masih melanggar akan di berikan tindakan.

“Ada beberapa titik nanti akan ada posko di Abepura, Jayapura Selatan dan Taman Imbi untuk memotong mobile masyarakat yangg melintas kita suruh balik, strategi yang telah dibangun pimpinan kami, kami pelaksana di lapangan akan tindak lanjuti,” paparnya.

Kamal menyampaikan bahwa Jangan sampai terlena dengan situasi dan kondisi ini, seluruh warga masyarakat harus lawan virus corona dengan tetap disiplin lakukan langkah langkah strategis untuk sama sama cegah covid-19 di Tanah Papua, yang akhirnya bisa lakukan aktivitas dengan sedia kala.

Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel CPL. Eko Daryanto mengatakan bahwa ketika pandemik ini menyebar di Indonesia kita apresiasi keputusan bersama Forkopimda Papua dengan langkah strategis yang dilakukan pemerintah Provinsi Papua.

“Kita mendukung anggota Polri dan Satpol PP unsur terdepan dilapangan untuk bersama memberi himbauan kepada masyarakat terkait sosial distencing dan psycal distencing. Langkah strategis ini perlu di ikuti lapisan masyarakat untuk mengurangi dampak covid 19 ini,kita tidak akan berhasil bila tidak ada peranserta masyarakat itu sendir,” ujar Eko.

Eko mengajak kepada semua pihak untuk selalu mematuhi patuhi dan menumbuhkan kesadaran dengan mematuhi protokol yang sudah disepakati dalam rangka menyelesaikan menguragi pandemi covid 19 di Provinsi Papua. “Kalau bukan kita siapa lagi,” katanya. [redaksi]