Isu Meninggalnya Tokoh Agama di Distrik Mapenduma Tidak Terbukti

602

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Aparat Kepolisian belum mendapatkan bukti terkait issu di media massa yang menyebut tentang meninggalnya seorang tokoh agama bernama Geimin Nirigi di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga.
Hal itu setelah hari Selasa (15/1/2019), Tim Gabungan Polres Jayawijaya yang dipimpin oleh Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam didampingi Kapolsek Kenyam melakukan penyelidikan ke Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga.
Ketika rombongan bertemu masyarakat untuk bertatap muka, didapati cerita bahwa masyarakat sempat mendengar bunyi tembakan di Gunung Bumbram pada tanggal 19 Desember 2018.
Akibat adanya bunyi tembakan tersebut, seluruh masyarakat melarikan diri ke hutan karena adanya trauma pada kejadian tahun 1996.
Masyarakat juga menceritakan tidak mengetahui dan tidak melihat langsung terkait adanya kematian Geimin Nirigi, dan yang diketahui Geimin Nirigi dalam keadaan sakit bagian kaki sebelah kiri.
Demikian juga diungkapkan Dan Pos 751 Raider Pos Mapenduma dalam kesempatan pertemuan tersebut, bahwa selama mengepos di Pos Mapenduma sejak tanggal 20 Desember 2018, belum pernah melihat ada masyarakat yang datang melapor untuk meminta ijin untuk mengubur ataupun membakar jenasah.
Aparat kepolisian pun sempat melakukan penggalian pada bekas adanya galian di belakang rumah Geimin Nirigi, setelah mendapat informasi dari dua anggota DPRD Nduga, Lery Gwijangge dan Elinus Gwijangge yang pada 28 Desember 2018, ke Pos Mapenduma untuk mengecek situasi Distrik Mapenduma terkait dengan informasi bahwa masyarakat yang melarikan diri dan mengungsi ke hutan-hutan.
Yang mana, dua anggota dewan tersebut menyatakan telah mendapati bekas pembakaran dan galian.
“Tim melakukan penggalian terhadap lubang yang dicurigai, namun selama tim melakukan penggalian dengan panjang 1,5 meter dan kedalaman 1 meter, lebar 1 meter, namun tidak menemukan adanya korban saudara Geimin Nirigi yang selama ini publikasikan di media bahwa yang bersangkutan meninggal dan dikubur di belakang rumahnya,” ungkap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. A.M. Kamal dalam siaran persnya, Rabu (16/1/2019).[yat]