Kapolda : Halal Bihalal Bukan Antar Umat Islam Saja

Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar saat bersalaman dengan Kepala Kakanwil Kemenag Provinsi Papua, Pdt. Amsal pada acara halal bihalal Kantor Kemenag Provinsi Papua, Senin (2/6/2017)

JAYAPURA, PapuaSatu.com  – Dalam kesempatan menghadiri halal bihalal Kantor Kementrian Agama Provinsi Papua, Senin (2/7/2018), Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafly Amar, M.H. mengungkapkan bahwa halal bihalal bukan diantara umat Islam saja.

“Halal bihalal ini tentunya bukan diantara umat Islam saja, bahkan dengan seluruh masyarakat lainnya, karena konsepnya adalah saling maaf-memaafkan,” ujar Kapolda.

Kata Kapolda, saling maaf-memaafkan adalah sesuatu yang mulia, apalagi antar sesama manusia, tentu adalah sesuatu yang baik ,apabila semangat saling maaf memaafkan menjadi sebuah tradisi.

“Karena, untuk bisa memaafkan orang lain itu adalah sesuatu persoalan yang tidak gampang,” sambungnya.

Kalau dengan tulus ikhlas dalam rangka menerima segala sesuatu yang kemungkinan saja ada kesalahan-kesalahan dilakukan oleh diri kita kepada orang lain dan orang lain kepada diri kita, tentu adalah sesuatu yang baik.

“Apabila secara tulus ikhlas dengan tradisi maaf-memaafkan ini menjadi ajang silaturahmi di dalam upaya kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Kapolda lagi.

Kapolda pun menyampaikan terima kasihnya kepada  Kakanwil Kementerian Agama,  Pdt. Amsal. Yang  mana, tantangan kebangsaan kita saat ini adalah bagaimana kita bisa memelihara kemajemukan bangsa kita dalam satu suasana yang tetap rukun dan  harmonis diantara seluruh pemeluk agama yang ada.

“Kementrian agama menjadi leading sector di dalam kepentingan umat  lintas agama, tentu memiliki tantangan tersendiri seperti di daerah Papua ini,” tandas Kapolda.

Oleh karena itu, Kapolda Boy juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama yang terus bersama-sama dengan semua pihak bergandengan tangan, agar kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara yang penuh persaudaraan.

”Walaupun kita berbeda agama maupun berbeda satu sama lainnya, tetapi semangat persaudaraan diantara kita tidak pernah padam dan ini juga lah yang kita rasakan di tanah Papua ini,” tandasnya lagi.

Sehingga tidak terjadi suatu persoalan diantara kita, karena kita sama-sama menjalankan syari’at agama sesuai dengan keyakinan kita.

Kapolda juga mengucapkan banyak terima kasih kepada tokoh-tokoh agama yang banyak mengawal dalam menghadapi pesta demokrasi.

Karena, keterlibatan tokoh-tokoh lintas agama, menjadikan masyarakat  yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, nilai-nilai keilahian berdasarkan kepada keyakinan agama masing-masing.[yat]