Kapolda Papua Bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Kunjungi Pos Pam Terpadu TNI-Polri di Kuala Kencana

168

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan Kabinda Papua Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon melakukan peninjauan Pos Pam Terpadu TNI-Polri di Area PT.FI Kuala Kencana Kab. Mimika, pada Rabu 15 April 2020.

Kapolda Papua menyampaikan, Pemakaman terhadap kedua jenazah korban yang terjadi di Mile 34 telah selesai dilaksanakan dalam keadaan aman dan lancar.

“Kemarin kita sudah bertemu langsung dengan keluarga korban dan menyampaikan duka cita, pada prinsipnya keluarga sudah memahami dan menerima dimana sebelumnya sudah ada himbauan dari beberapa tokoh-tokoh untuk tidak memasuki daerah Tembagapura sampai Kuala Kencana dan sekitarnya yang merupakan wilayah Perang KKB,” kata Kapolda.

Dalam penyelidikan, tegas Kapolda, pihak kepolisian tetap dilakukan guna melakukan penegakan hukum. “Saya harap jangan sampai terjadi lagi khususnya masyarakat sipil untuk memasuki daerah tersebut yang merupakan wilayah perang KKB. Dari hasil penyelidikan bahwa sdr. PK (sbg eksekutor terhadap sdr. Tomas Wol WN Selandia Baru) sudah berhasil dilumpuhkan oleh Satuan Tugas TNI-Polri,” tegasnya.

Dikatakan, daerah Kuala kencana sudah dimasuki oleh KKB sehingga menduga daerah ini sebagai jalur para pemasok bahan makanan untuk KKB sehingga harus dihentikan. “Kami sudah amankan seorang security yang memang terdapat relefansi akan memperjuangan kelompok ini dengan mengumpulkan berbagai data kemudian dikirimkan ke saudaranya di Fanuatu kemudian di teruskan ke saudara perempuannya yang berada di Australia,” ungkapnya.

Beberapa persenjataan dan amunisi yang pernah dirampas KKB sudah berhasil diambil kembali oleh Satgas TNI-Polri, kita akan terus melakukan upaya-upaya penindakan terhadap pergerakan dari KKB.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih menyampaikan bahwa terkait dengan kedua korban ini ia selaku  pimpinan Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan permohonan maaf. “Untuk menyatakan kebenaran kita akan melaksanakan investigasi, dimana akan dilakukan penyelidikan sampai pemeriksaan secara tuntas hingga nantinya hukum yang berbicara,” paparnya.

Lanjut Pangdam, kedua jenazah korban hari ini sudah dimakamkan. TNI membantu dan mendukung pihak Kepolisian sepenuhnya mulai dari rumah sakit sampai proses pemakaman.

“Wilayah tempat kejadian tersebut sudah ada himbauan untuk dilarang memasuki karena merupakan wilayah perang KKB. Proses pengungkapan semuanya akan dilakukan oleh tim investigasi yang nantinya akan dijawab pada pelaksanaan sidang,” ujarnya. [redaksi]