
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kapolda Papua Irjen Pol. Martuani Sormin mengatakan bahwa tugas aparat negara (TNI/Polri) adalah untuk menjaga keamanan dan keutuhan NKRI.
Hal itu dikatakan Kapolda Papua ketika Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Ketua DPR Papua, Yunus Wonda sebelumnya meminta TNI dan Polri ditarik dari kabupaten Nduga dan menghentikan perburuan kelompok separatis bersenjata yang menewaskan dan membatai 17 orang karyawan PT. Istaka Karya di Nduga.
Mereka beralasan kehadiran TNI/Polri membuat penduduk kampung trauma. Jadi pasukan TNI dan Polri ditarik, agar memberikan kesempatan bagi masyarakat Nduga merayakan Natal dengan damai.
” Saya tidak mau mengomentari pernyataan Gubernur Papua itu. Tapi harus diketahui secara universal kehadiran aparat negara atau aparat keamanan dimanapun bertujuan mengemban tugas yang diberikan negara,” katanya.
Martuani mengatakan kehadiran TNI dan Polri di Papua khususnya di kabupaten Nduga adalah untuk pelayanan, melindungi, mengayomi rakyat sekaligus jaminan kemanan masyarakat disana.
” Jadi tidak satu pun yang bisa melarang kami untuk menempati dan bertugas diseluruh wilayah republik Indonesia termasuk Nduga,” tegasnya.
Menurut Mantan Kadiv Propam Polri itu, TNI dan Polri disumpah untuk taat kepada negara ini dan bertugas mempertahankan seluruh wilayah NKRI.
” Tidak sejengkalpun wilayah RI bisa diambil orang. Jadi kami punya tugas pokok mengawal keselamatan NKRI,” tandasnya.
Disamping menjaga keutuhan wilayah NKRI, lanjut Martuani, Polri maupun TNI melakukan tugas pembinaan kepada masyarakat.
” Kami memberikan pembinaan bagi anak-anak bangsa . Saat ini ada 100 orang anak Pengunungan Tengah Papua berasal dari kabupaten Lanny Jaya, Pengunungan Bintang, Puncak Jaya, Puncak, Timika, Paniai dan lainnya untuk menikmati liburan Natal di kota Jayapura. Ini kami lakukan sebagai tugas Polri untuk melayani dan mengayomi masyarakat,” ujarnya. [ws/loy]










