
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Korpri, TNI, Polri dan seluruh masyarakat di Provinsi Papua melaksanakan natal bersama di GOR Cendrawasih Jl. Dr. Sam Ratulangi Kelurahan Bhayangkara Distrik Jayapura Utara, Senin 17 Desember 2018 malam.
Perayaan bersama di tahun 2018 ini membawa “Yesus Kristis hikmat bagi kita semua (1 Korintus 1:30a) dan sub tema Melalui kelahiran Tuhan Yesus Kristus, Korpri, TNI, Polri dan Masyarakat siap bersinergi untuk mewujudkan Papua bangkit, mandiri dan sejahtera yang berkeadilan.
Hadir Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe, S.Ip, MH, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Martuani Sormin, M.Si, Danlantamal X Jayapura Brigjend Mar Ipung Purwadi, Danlanud Silas Papare Marsma TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso, MM, M.Tr (Han), Kasdam XVII/Cendrawasih Brigjend TNI I Nyoman Cantiasa, Kajati Papua Sugeng Purnomo SH, MH, Kepala Pengadilan Tinggi Papua Setiawan Hartono, SH, MH, Ketua DPRP DR.Yunus Wonda, SH, MH, Ketua MRP Timotius Murib, Rektor Universitas Cendrawasih Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST. MT, Ketua Sinode Papua GPDI Pdt. Timotius Dawir, M.Th, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mufu, M.Th, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua Pdt. Titus Yikwa M.TH, Ketua Penggerak PKK Provinsi Papua Ny. Yulce w. Enembe, SH, Pejabat Utama TNI, POLRI, Korpri Provinsi Papua, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Provinsi Papua serta jemaat dan tamu undangan yang berjumlah -+ 800 orang.
Dalam khotbahnya yang disampaikan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mufu, M.Th, mengatakan, ayat Firman Tuhan Lukas 2 Ayat 8:20 hendak diajarkan untuk senantiasa mengedepankan sikap toleransi antara umat beragama.
Sebab hal seperti ini bukan semakin baik tetapi menandakan bahwa kurang adanya kepedulian tetapi juga kurang adanya kesadaran untuk mempertahankan nilai-nilai toleransi, nilai kebersamaan selaku umat beragama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Oleh karenanya, Natal terus dikumandangkan yang disampaikan kepada kita, tradisi untuk merayakan hari – hari yang penuh arti akan sebagaimana juga yang terlihat dalam perayaan – perayaan natal, bukan saja oleh umat Kristen sebagai bagian dari keyakinan tetapi juga seluruh umat manusia di dunia khususnya di tanah Papua.
“Kita harus turut bekerja untuk menghadirkan tanda-tanda kebaikan di dunia dan manusia itulah yang sejak awal ketika peristiwa pelanggaran HAM itu terjadi dikenakan oleh para malaikat dalam bagian-bagian firman Tuhan tadi pada ayat yang ke-14 Kemuliaan bagi Allah ditempat yang maha tinggi dan damai sejahtera,” katanya.
Pendeta Andrikus mengatakan, perayakan natal di tahun ini dalam pesta Natal Korpri, TNI, Polri dan seluruh masyarakat yang berada di Provinsi Papua tercinta sedang diperhadapkan dengan dua macam perasaan.
Dua macam pandangan, kita merasakan adanya suatu antusias sionisme semangat dan kegembiraan yang besar terhadap perubahan-perubahan dan kemajuan – kemajuan yang terjadi, yang memberi harapan kepada kita, hal ini ditandai dengan berhasilannya terlaksana demokrasi di Provinsi Papua dengan terpilihnya sejumlah kepala daerah di tingkat Kota dan Kabupaten serta terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua.
“Semoga kita selalu bersama dan juga di beri kerinduan dalam kasih Tuhan Yesus Kristus, bersama dengan terpilihnya kepala – kepala daerah ini maka akan memberikan harapan terhadap perubahan dan kemajuan secara khusus di Provinsi Papua,” kata Pendeta Andrikus.
Ia menjelaskan saat ini juga kita sedang memberi perhatian bersama sebagai masyarakat bangsa dalam penantian kita untuk pesta demokrasi secara nasional pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pemilihan anggota legislatif baik di tingkat Kota/Kabupaten Provinsi.
“Tuhan telah memberikan harapan kepada kita bahwa akan terjadi kebaikan kebaikan dan terjadi perubahan-perubahan nyata bagi kita semua, bagi masa depan kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia,” paparnya.
Saat ini lanjut Pendeta Andrikus bahwa umar manusia kini telah merayakan hari Proklamasi yang dikumandangkan oleh para malaikat yang telah disampaikan di Padang Efrata. Kemuliaan bagi Allah ditempat yang maha tinggi bagi orang yang berkenan kepadanya keselamatan.
Ketika manusia berada dalam ketidak terapan untuk berjumpa dengan manusia supaya nilai-nilai kebaikan keselamatan kekal itu diberikan bagi manusia tanpa batas, keselamatan dari Allah itu tanpa batas, tanpa satu diantara yang lain ini penting kita bersama di malam perayaan natal Korpri, TNI dan Polri serta masyarakat kini kembali mendekrit perdamaian kembali dikumandangkan.
Namun yang menjadi pertanyaan apakah penting bagi kita untuk Kita renungkan secara bersama-sama dalam perjumpaan kita bersama sebagai masyarakat bangsa?.
“ Kita jumpai hal-hal yang bisa saja beserta nilai-nilai persamaan nilai keberadaan nilai-nilai persatuan diantara kita di kalangan kita sendiri orang-orang yang menyatakan dirinya umat beragama tetapi terdapat begitu banyak tumbuh persembunyian dalam bentuk kemunafikan dengan berpura-pura berdiri teguh atas dasar hukum – hukum agama tetapi pada intinya tidak menaikkan kasih dan keadilan,” katanya.
Hal tersebut sebagaimana diajarkan oleh nilai-nilai agama itu sendiri bahwa terdapat pula aliran-aliran kepercayaan yang telah menyatakan sikap untuk melawan Tuhan kita kenal seperti yang tidak percaya adanya Tuhan berpegang pada nilai-nilai ajaran dan sikap sendiri dan mengabaikan nilai-nilai hakiki dari nilai ketaatan kepada sang pencipta.
“Diluar jangkauan dan sikap peradaban manusia kita juga di pertemukan golongan manusia yang sudah bersikap apatis, manusia sebagai manusia kelompok yang hanya mengagungkan nilai-nilai kesejahteraan tanpa peduli dengan kenyataan-kenyataan hidup dalam kebersamaan,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan Pendeta Andrikus bahwa begitu banyak persoalan ada begitu banyak masalah-masalah kehidupan sosial dan kehidupan budaya, orang sudah tidak saling menghargai satu dengan yang lain, sikap saling menyakiti.
“Sikap saling menghancurkan, sikap saling melukai adanya pelanggaran – pelanggaran HAM juga dicatat sebagai bagian dari sikap ketidaktaatan manusia dalam percintaan terhadap nilai peradaban, nilai kebersamaan sebagai umat beragam,” imbuhnya. [loy]










