Lewat Dialog Interaktif di RRI Wamena, Wakapolres Jayawijaya Ungkap Terkait Pemberlakuan PSDD

181
Dialog interaktif di RRI Wamena, yang menghadirkan Wakapolres Jayawijaya, Kompol Leonardo Yoga, S.I.K, sebagai salah satu narasumber, Jumat (5/6/20)
Dialog interaktif di RRI Wamena, yang menghadirkan Wakapolres Jayawijaya, Kompol Leonardo Yoga, S.I.K, sebagai salah satu narasumber, Jumat (5/6/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com  – Dalam kesempatan menjadi narasumber pada dialog interaktif di RRI Wamena, Jumat (5/6/20), Wakapolres Jayawijaya, Kompol Leonardo Yoga, S.I.K, mengungkap seputar pemberlakuan Pembatasan Sosial yang Diperluas dan Diperketat (PSDD).

Dialog interaktif yang mengambil topik “Menjaga Efektifitas Pembatasan Aktifitas di Kota Wamena” dilaksanakan di Studio I RRI Wamena yang menampilkan narasumber lain, yaitu Kadis Kesehatan dr. Willi Wambeaw dan Ketua Relawan FAVC La Pago, Izhak Wetipo.

Pada kesempatan tersebut Wakapolres memyampaikan, bahwa belum sepenuhnya masyarakat sadar akan bahaya penyebaran Virus Corona.

“Berbagai upaya telah kita laksanakan untuk mencegah hal tersebut. Akses masuk ke Wamena sudah dibatasi dan kita harus introspeksi apakah masyarakat sudah siap untuk mengikuti protokol kesehatan ini,” ungkap Wakapolres.

Polres Jayawijaya sendiri, kata Kompol Leonardo, telah melakukan berbagai kegiatan untuk mencegah virus tersebut, diantaranya melalui kegiatan himbauan dan razia untuk membatasi akses keluar masuknya masyarakat luar ke Wamena.

“Pembatasan yang secara tegas baru kita lakukan minggu ini, semua pihak harus bekerja sama untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya penyebaran Virus Corona, semuanya harus didukung dengan kesadaran masyarakat,” tandasnya.

Wakapolres menambahkan, bahwa ada undang – undang yang lebih tegas yang bisa kita terapkan dengan mengacu pada UU Kesehatan, namun sebelum penerapannya kita harus berkoordinasi dengan Criminal Justice System (Pengadilan dan Kejaksaan) dan dalam pemberlakuan PSDD masih ada masyarakat yang ditemukan masih melakukan aktifitas diluar batas waktu yang sudah di tentukan dengan alasan – alasan tertentu.

Sementara itu Kadis Kesehatan mengungkapkan, tujuan pembatasan aktifitas masyarakat untuk mencegah penyebaran Virus Covid – 19 di Jayawijaya dan telah dilakukan beberapa upaya oleh Pemerintah Daerah dengan mengeluarkan kebijakan pembatasan waktu aktifitas yang terus di evaluasi berdasarkan hasil Rapid dan hasil Swab yang kami lakukan.

Meskipun sudah dilakukan pembatasan waktu aktifitas tapi masyarakat belum seluruhnya mematuhi protokol ini, sehingga angka penyebaran Covid – 19 tidak menurun tapi masih tetap stagnan malah meningkat.[yat]