Operasi Mantap Brata Matoa 2018, Tim Asistensi Mabes Polri Kunjungi Polda Papua

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Guna memberi arahan pada jajarannya di Polda Papua terkait Operasi Mantap Brata Matoa 2018, Tim Asistensi Mabes Polri melakukan kunjungan ke Polda Papua, Rabu (5/12/2018).

Dalam kunjungannya, Tim Asistensi dipimpin Brigjen Pol Drs. Petrus Waine, SH, M.Hum, dalam sambutanya pada pertemuan yang digelar di Aula Rastra Samara Polda Papua menungkapkan bahwa kegiatan asistensi tersebut adalah untuk meninjau langsung kesiapan Satuan Wilayah Polri dalam menghadapi gelaran Pilpres dan Pileg.

Selain itu, juga menyamakan persepsi tentang upaya Polri dalam menghadapi berbagai potensi permasalahan yang ada.

Sehingga diharapkan keseluruhan penyelenggaraan tahapan pilpres dan pileg bisa berjalan dengan aman lancar tertib dan demokratis.

“Kita semua tentu memahami bahwa penyelenggaraan Pilpres dan Pileg pada dasarnya merupakan polarisasi masyarakat yang dilegalkan oleh undang-undang,” ujar Petrus Waine.

Masyarakat, kata Petrus Waine, akan terpisah-pisah karena adanya perbedaan kepentingan dalam memilih pemimpin di daerahnya.

“Tahapan Pilpres dan Pileg berlangsung secara bersamaan di tahun 2018 s/d 2019 yang tergelar di seluruh provinsi dan kedutaan besar RI yang melaksanakan pemungutan suara Pilpres dan Pileg, sehingga seluruh potensi permasalahan yang ada wajib untuk di waspadai dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Dikatakan, bahwa Bawaslu RI telah mengeluarkan indeks kerawanan pemilu (IKP) tahun 2018 terkait dengan kerawanan di masing-masing daerah, Polri juga telah memetakan kerawanan berdasarkan IPKP (Indeks Potensi Kerawanan Pemilu).

Sejalan dengan hal tersebut seluruh Polda Jajaran juga harus melakukan pemetaan kerawanan daerah secara lebih spesifik dan akurat.

“Karena itu pelaksanaan pemilihan umum Pilpres dan Pileg 2019 agar menjadi perhatian bagi Polri selaku institusi yang diberikan tugas dan tanggung jawab pengamanan oleh undang-undang, dengan keterlibatan seluruh Polda Jajaran, stake holder terkait yang berimplikasi kontijensi,” ujarnya.

Karena itu, secara otomatis semua Polda akan disibukkan dengan berbagai permasalahan dan persoalan terkait dengan pengamanan Pilpres dan Pileg, untuk itu harus diwaspadai kemungkinan kemungkinan  kejadian buruk yang timbul nantinya.

Masih dalam arahannya, Petrus Waine mengatakan bahwa, dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan pada Pilpres dan Pileg Tahun 2019, yaitu dengan mengedepankan strategi proaktif preventif daripada represif responsive.

Yakni dengan pelaksanaan 3 kegiatan utama, yakni intelejen, kemitraan dan kehumasan.[yat]