Pilkada Sukses, Polres Merauke Coffee Morning

755
Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung

MERAUKE, PapuaSatu.com – Untuk menjalin keakraban bersama seluruh komponen di Kabupaten Merauke usai Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang berlangsung sukses, Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH menggelar coffe morning.

Coffe morning yang digelar di Aula Rastra samara Mapolres Merauke, Senin (16/7/2018) pagi, dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Merauke, tokoh-tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat Merauke.

Dalam arahannya Kapolres Merauke mengungkapkan rasa syukurnya, karena situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Merauke yang terus tercipta setelah  Pilkada  selesai dan sukses, dan tidak terjadi hal yang menonjol yang dapat merugikan kehidupan bersama di Kabupaten Merauke.
“Pelaksanaan pilkada sampai saat ini sudah selesai dan berjalan lancar aman tertib demokratis dan bermartabat,” ungkap AKBP Bahara Marpaung, SH dengan tegas.

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat,  penyelenggara,  unsur TNI dan Polri serta Forkopimda Kabupaten Merauke yang dapat mensukseskan pelaksanaan Pilkada Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Papua tahun 2018 di Kabupaten Merauke dan dapat berjalan dengan aman dan kondusif,” sambungnya.

Dikatakan, hingga hasil plenonya dibawa pada puncak rekapitulasi tingkat provinsi tanggal 8 Juli 2018 di Grand Abe Hotel, Kota Jayapura,  pleno Kabupaten Meruake berjalan lancer.

“Langkah ini dilakukan atas kerjasama yang baik oleh semua pihak di dalam meaksnakan tahapan pilkada,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BIN Daerah Papua, Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon mengungkapkan dalam sambutannya, bahwa di Meruake termasuk paling aman.

“Kabupaten Merauke  merupakan suatu kabupaten yang memiliki toleransi sangat tinggi, sehingga orang sulit untuk menggoyang Merauke. Berbeda dengan daerah yang yang kadang sering diplintir sehingga sering terjadi masalah,” ungkapnya.

Lebih anjut dikatakan, korban yang terjadi di Puncak Jaya, karena mereka menganggap kemenangan Pilkada kemenangan dari sukunya, sehingga dimanfaatkan oleh oknum untuk meminta dukungan.[yat]