Polda Papua Sosialisasikan Budaya Organisasi Berkeunggulan Untuk Personil dan PNS Polri

191
Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marzuki (tengah) saat membuka sosialisasi budaya organisasi berkeunggulan di aula Elsama Numbery SPN Jayapura, Kamis (25/6/20)
Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marzuki (tengah) saat membuka sosialisasi budaya organisasi berkeunggulan di aula Elsama Numbery SPN Jayapura, Kamis (25/6/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Guna meningkatkan SDM personil maupun PNS Polri, Polda Papua mensosialisasikan budaya organisasi berkeunggulan melalui penilaian 13 kompetensi individu personel Polri dan PNS Polri, di aula Elsama Numbery SPN Jayapura, Kamis (25/6/20).

Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marzuki menyampaikan, bahwa terkait dengan Pembinaan Sumber Daya Manusia Anggota Polri, dalam pengelolaannya memerlukan pembinaan khusus, berbeda dengan sumber daya lainnya.

“Hal ini dimaksudkan SDM ini tidak mengurangi kualitas, sehingga perlu dikembangkan secara berkesinambungan, efektif, efisien, dalam dinamika kamtibmas dan perkembangan informasi teknologi,” ujar Wakapolda saat membuka kegiatan tersebut.

Kata Wakapolda, bahwa Presiden RI Ir Joko Widodo dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa Indonesia tidak gentar dalam menghadapi persaingan global.

“Sumber daya manusia Indonesia harus unggul memiliki kreatifitas inovasi kecepatan untuk bersaing secara global sehingga mampu menguasai bangsa bangsa lain didunia,” tandasnya.

Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz, kata Wakapolda, memiliki program prioritas mewujudkan SDM yang unggul.

Yakni, rekrutmen proaktif dengan prinsip betah dan berbasis informasi teknologi, pembinaan pola diklat yang siap kerja, penguatan sinergitas fungsional dan pembenahan karier berdasarkan penghargaan dan kompetensi.

“Tugas anggota Polri sebagai penanggung jawab terjaganya Kamtibmas yang dinamis sebagai prasarat pembangunan nasional kedepan yang semakin komplek, SDM merupakan modal terbaik yang dimiliki Polri, sehingga pola pembinaanya menjadi sangat penting,” papar Wakapolda.

Sehingga tidak mengherankan bila aspek pembinaan SDM selalu menjadi sorotan para stakeholder dalam melakukan penilaian terhadap kinerja Polri.

“Tidak jarang aspek pembinaan SDM Polri dianggap menjadi sumber awal dari permasalahan di tubuh Polri,” ujar Wakapolda.

Lanjutnya, bahwa SDM unggul adalah prasarat mutlak untuk memajuan bangsa. Kuat tidaknya sebuah bangsa karena jaminan dari bangsa, sejarah telah menuturkan banyak negara yang usianya sudah tua namun kemajuan pembangunannya tertinggal dibandingkan dengan negara baru yang berusia masih muda, dan faktor pembedanya adalah kualitas SDM yang dimiliki.

“Demikian pula dengan Polri, maju dan tidaknya tergantung dari kualitas SDM-nya,” tegas Wakapolda.

Terdapat 13 aspek kompetensi individu personel Polri dan PNS Polri, antara lain Penilaian kinerja Anggota dan PNS Polri pada SMK,2. Penelitian pencatatan Anggota dan PNS Polri, Kesehatan, Jasman, Rohani, Psikologi, Akademik, Data pribadi, Pendidikan, Kecakapam bahasa, Jenjang kepangkatan, Jenjang jabatan, dan tanda jasa yang dimiliki.[yat]