Polres Biak Gandeng Dinas Kesehatan Gelar Rapid Test Untuk Umum

134
Rapid Test sukarela dan gratis di Puskesmas Biak Kota, Sabtu (2/5/20)
Rapid Test sukarela dan gratis di Puskesmas Biak Kota, Sabtu (2/5/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Polres Biak Numfor bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Biak Numfor serta didukung oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Biak menggelar Rapid Test sukarela dan gratis di Puskesmas Biak Kota bagi masyarakat umum sebagai screening awal Covid-19, Sabtu (2/5/20).

Dr. Ulfah S. Madamar mengatakan, bahwa RDT (Rapid tes) yang tersedia adalah sebanyak 200.

“Rapid Test ini akan dilakukan dua tahap dan untuk jumlah sukarelawan rapid test kali ini ada sebanyak 100 orang,” ungkapnya.

Rapid test tersebut, dilakukan untuk masyarakat umum, dibuka pendaftaran dari tanggal 30 April 2020 dengan kuota 100 pcs.

“Sebenarnya 200 pcs, tapi kita buka kuota 100 karena yang 100-nya lagi kita simpan untuk pemeriksaan kedua di hari ke tujuh sampai hari ke 10 sejak hari ini, jadi yang mengikuti rapid test kali ini ada dua kali test,” jelasnya.

Untuk hasil dari rapid test tersebut dijamin kerahasiaannya, karena hasilnya akan langsung diinfokan secara personal ke masing-masing sukarelawan yang mengikuti test.

Kalau yang hasil RDT-nya positif akan dijemput atau evakuasi seperti yang sebelumnya sesuai jalur masing-masing, dan tentunya akan ada diuji swab lagi untuk memastikan positive Covid-19 atau tidak.

Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta SIK. M.Si mengatakan, bahwa rapid test kali ini memang sengaja diadakan untuk membantu masyarakat umum sebagai screening awal covid-19.

“Ini kerjasama Polres Biak bersama Yayasan Buddha Zu Chi Biak dan Dinas Kesehatan Biak untuk memudahkan masyarakat bisa melakukan rapid tes, agar bisa mengetahui lebih awal keadaan kesehatannya sebagai antisipasi covid-19,” ujar Kapolres.

Antusias masyarakat Biak Numfor yang ingin ikut melakukan rapid test sangat banyak, namun untuk kali ini rapid test yang disediakan masih terbatas, yaitu ada 200 pcs saja.

“Jadi untuk kuotanya juga masih dibatasi. Kita harap kedepan nanti bisa ada lagi rapid test, agar lebih banyak lagi warga yang bisa mengikuti,” ujar Kapolres.

Kapolres pun menyatakan apresiasinya dan terimakasih untuk Yayasan Buddha Tzu Chi Biak dan Dinas Kesehatan Biak Numfor serta semua pihak yang terlibat dalam Rapid test sukarela tersebut sehingga bisa berjalan dengan lancar.

Perlu diketahui, Rapid test adalah metode screening awal untuk mendeteksi antibodi. Jadi, rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan screening atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19.

Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi Virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).[yat]