Polwan Dengan Karakternya Diharapkan Dapat Mengangkat Citra Polri

1278
Polwan yang tampil pada upacara HUT Polwan ke-70 di Lapangan Apel Mapolda Papua, Senin (3/9/2017)
Polwan yang tampil pada upacara HUT Polwan ke-70 di Lapangan Apel Mapolda Papua, Senin (3/9/2017)

JAYAPURA, PapuaSatu.com  – Keberadaan Polisi Wanita (Polwan) di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang telah menginjak Tahun 70 pada Sabtu (1 September 2018), diharapkan mampu mengangkat citra Polri dengan karakternya sebagai wanita yang penuh dengan kelembutan,  ketegasan dan kedamaian.

Hal itu diungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavia dalam amanatnya yang dibacakan Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin selaku inspektur upacara peringatan HUT Polwan ke-70 di  lapangan apel Mapolda Papua,  Senin (3/9/2018).

“Kehadiran polisi wanita juga diharapkan dapat mengangkat citra polisi di mata masyarakat sebagaimana karakter wanita yang penuh dengan kelembutan,  ketegasan dan kedamaian,” ujar Kapolri.

Kapolri juga menyakini bahwa polisi wanita Indonesia bisa menjadi bagian penting dalam mewujudkan Polri yang semakin Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter), sebagaimana thema yang diangkat, yaitu “Polwan promoter siap menyukseskan agenda Kamtibmas tahun 2018-2019”.

“Tema ini penting untuk diangkat mengingat keberadaan polisi wanita yang sangat diperlukan dalam rangka mendukung tugas tugas Polri di tengah Peningkatan eskalasi politik yang terjadi,” ujarnya.

Kapolda dalam kesempatan tersebut juga mengungkapkan bahwa sebagai pimpinan baru, ada beberapa kebijakan terkait pelaksanaan tugas dalam memberikan perlindungan dan pnegayoman kepada masyarakat.

“Dan tugas kita ini sangat berat, kita melindungi sekaligus juga melayani,” tandasnya.

Bila melihat sejarah singkat dari lahirannya Polwan, kata Kapolda, maka sudah sangat patut kita bangga, karena dapat memberikan sisi positif yang berdampak luas, demi mendukung terciptanya Harkamtibmas.

“Masalah tentang media sosial, saya perlu ingatkan kembali agar bijaklah dalam bermedsos, ingat kamu adalah wanita sekaligus penegak hokum,” tandasnya lagi.

Dalam hal berpakaian, bertindak dan dalam hal kehidupan sehari-hari, Polwa harus mampu menjadi contoh dan jangan menjadi cemoohan orang lain.

“Ingat sebelum memposting di medsos harus berfikir dulu, apakah ada manfaatnya atau tidak, bila tidak ada, jangan diposting,” imbau Kapolda.[yat]