Posting di Facebooke Kapolda Sebagai Pelaku Pembunuhan, Seorang Warga Timika Diringkus

176
Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw saat menggelar pers release, Selasa (2/6/20). (inzet : postingan akun wendanax nggembu di facebooke)
Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw saat menggelar pers release, Selasa (2/6/20). (inzet : postingan akun wendanax nggembu di facebooke)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Seorang warga Kabupaten Mimika berinisial ST, diringkus aparat kepolisian setempat karena diduga kuat melakukan penghiaan terhadap Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw, Rabu (27/5/20) sekitar pukul 11.20 WIT.

ST ditangkap Satuan Reskrim Polres Mimika di seputaran perempatan Kuala kencana Kabupaten Mimika, karena memposting lewat Facebook  dengan akun Wendanax Nggembu, yang menuding Kapolda sebagai pelaku pembunhan dua mahasiswa Papua di Timika.

Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw membenarkan penangkapan pemilik akun Wendanax Nggembu berinisial ST.

“Berdasarkan postingan akun facebook milik Wendanax Nggembu pada 24 Mei 2020, ST menuding Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw sebagai pelaku pembunuhan terhadap dua orang mahasiswa Papua di Timika serta dua tenaga medis Puskesmas Wandai, Distrik Homeo, Kabupaten Intan Jaya,” ungkap Kapolda Waterpauw saat memberi keterangan pers di Mapolda Papua, Selasa (2/6/20).

Melalui akun facebook Wendanax Nggembu, ST telah melakukan postingan kalimat dan gambar yang dinilai dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan yang bermuatan Suku, Agama, Rasa dan Antargolongan (SARA).

Tersangka ST ditangkap bersama seorang rekannya oleh aparat di wilayah Distrik Kuala Kencana. Karena sempat mencoba melawan petugas dan hendak melarikan diri, ST dilumpuhkan dengan tembakan yang mengenai kaki kirinya, setelah tembakan tiga kali ke udara tidak diindahkannya.

Atas perbuatannya, ST diancam dengan Pasal 36 jo Pasal 51 ayat (2) dan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 54 a ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Untuk teman ST, statusnya masih saksi, dan bila tidak memenuhi unsur pidana, maka akan dikeluarkan.

“Kami sudah membawa ST berobat dan sekarang dalam taraf pengobatan,” katanya.[yat]