Resmikan Kantornya Yang Baru, Bhayangkari Se-Garnisum Jayapura Gelar Pengajian Rutin

1020
Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Irawati Boy Rafli Amar bersama pengurus Bhayangkari se-Garnisum Jayapura saat mengikuti tausiah dari Ust. Zubair di Kantor Bhayangkari Polda Papua, Kamis (16/8/2018)
Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Irawati Boy Rafli Amar bersama pengurus Bhayangkari se-Garnisum Jayapura saat mengikuti tausiah dari Ust. Zubair di Kantor Bhayangkari Polda Papua, Kamis (16/8/2018)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Menghadirkan Ustad Zubair sebagai penceramah, Kamis (16/8/2018),  pengurus Bhayangkari se-Garnisum Jayapura, menggelar pengajian rutin di Kantor Bhayangkari Daerah Papua.

Mengawali sambutannya pada pengajian yang para ketua dan pengurus cabang Bhayangkari se-garnisum Jayapura Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Irawati Boy Rafli Amar mengucapkan terimakasih atas kehadiran ibu ketua maupun pengurus cabang bhayangkari dalam pengajian rutin bulanan se-garnisum Jayapura yang sekaligus peresmian kantor bhayangkari.

Pada kesempatan tersebut Ny. Irawati Boy Rafli Amar berpamitan, karena pada tanggal 20 Agustus 2018 akan melaksanakan sertijab, terkait mutasi jabatan Kapolda, dari Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar untuk menduduki jabatan baru sebagai Wakalemdiklat Polri.

“Saya selaku Ketua Bhayangkari Daerah Papua meminta maaf kepada pengurus maupun anggota bhayangakari apabila selama kepemimpinan saya ada banyak kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja,” ujarnya.

Ny. Irawati Boy Rafli Amar berharap agar para ibu bhayangkari nantinya lebih rajin mengunjungi kantor Bhayangkari dan tetap mengadakan pengajian rutin tiap bulan.

Ustadz Zubair dalam tausiahnya mengungkapkan bahwa  kita adalah satu keluarga, kita ingin menjadi keluarga yang baik.

“Keluarga yang baik adalah keluarga yang menurut pandangan Allah SWT, karena keluarga baik menurut Allah itu adalah mutlak,” tuturnya.

Dikatakan, ada lima ciri keluarga yang baik, yaitu mengerti dan paham akan arti keluarga.

“Dengan agama hidup menjadi terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah dan hidup dengan seni hidup menjadi indah,” ungkap Ust. Zubair.

Yang berikutnya adalah harus menghormati orang tua. Yang ketiga adalah sesibuk-sibuknya muslimah, harus ada pembagian waktu, yakni jangan sampai meninggalkan sholat.

Yang keempat adalah berlaku hemat di dalam membelanjakan harta keluarga. Dan yang terakhir adalah sanggup melihat celah kekurangan pada diri dan sanggup memperbaiki.[yat]