PON dan Pilkada di Papua Diprediksikan Akan Ditunda

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP), Jhony Banua Rouw memprediksikan PON XX tahun 2020 dan Pilkada di Papua akan ditunda.

“Saya pikir ini akan ditunda. Harusnya tahapan jelang pilkada sudah berjalan dan akan memicu perkumpulan banyak orang. Kami juga lihat dari pusat sudah mengambil langkah-langkah itu dan kami DPRP juga pasti akan meminta dilakukan penundaan pilkada karena rawan bila terjadi perkumpulan massa,” katanya, Selasa (31/3).

Untuk PON XX tahun 2020, ia ungkapkan pihaknya sedang melakukan pengkajian apakah akan tetap berjalan atau ditunda namun menurutnya bila dipertimbangkan dengan beberapa aspek pasti akan ditunda.

“Dari segi persiapan, kami konsentrasi saat ini kami fokus ke penanganan covid 19, bahkan Indonesia pun sedang fokus kesana (covid 19). Ini akan mengganggu kesiapan atlet kita. Atlet pun tidak mungkin berlatih dalam kondisi seperti ini dan sebisa mungkin atlet diminta menghindari berkumpul dalam jumlah yang banyak. Saya pribadi melihat PON pasti akan ditunda,” ungkapnya.

Dilanjutkan, pandemi Corona ini, bila diperkirakan akan berlangsung kurang lebih 4 sampai 5 bulan kedepan.

“Berkaca dari China, disana kurang lebih 6 bulan. Bila 6 bulan kedepan, pasti akan ketemu dengam waktu berlangsungnya PON. Demi mempertimbangkan keselamatan atlet kita dan waktu latihan atlet, tidak fear kalau kami di Papua tetap latihan sedangkan di pulau Jawa atlet diliburkan latihannya lalu kita bertemu dalam pertandingan. Dari sisi anggaran, Konsentrasi anggaran juga akan dialihkan untuk penanganan covid 19,” tukasnya. [ayu]