Tim Tabulasi MARI-YO Umumkan Kemenangan di PSU Papua dengan Dukungan Data Ilmiah

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Tim Tabulasi MARI-YO mengumumkan kemenangan dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Papua pada 6 Agustus 2025, dengan dukungan data yang diperoleh melalui metode ilmiah.

‎Firdaus, perwakilan tim, menyampaikan bahwa kemenangan ini didasarkan pada perhitungan cepat (quick count) yang menggunakan metodologi Bootstrapping dan Simulasi Monte Carlo.

‎‎”Kami menggunakan quick count dengan metodologi Bootstrapping dan Simulasi Monte Carlo untuk memperkirakan konsistensi hasil. Margin of Error dari metode ini berkisar antara 1-10%,” ujar Firdaus kepada PapuaSatu.com, Sabtu (9/8/2025).

‎Dikatakan, metode Bootstrapping memungkinkan tim untuk memperkirakan sebaran kemungkinan hasil dengan mengambil sampel ulang dari data yang ada.

‎Sementara Simulasi Monte Carlo menguji berbagai skenario berdasarkan distribusi suara yang terkumpul.

‎”Hasilnya memberikan estimasi terukur yang dapat diuji dan dipertanggungjawabkan,” ujar Firdaus.

‎Firdaus mengemukakan bahwa akurasi metode ini telah terbukti dengan mengambil 21% sampel TPS dari total 2.023 TPS di seluruh Papua.

‎‎Hasil persentase quick count selaras dengan perhitungan real count yang telah mencapai 90% dari data yang masuk berdasarkan C Hasil, serta konsisten di setiap kota dan kabupaten di Papua.

‎‎”Fakta ini memberikan landasan kuat bagi klaim kemenangan kami, sekaligus membangun kepercayaan publik bahwa perhitungan ini bukanlah sekadar narasi, melainkan cerminan data lapangan,” tegas Firdaus.

‎Dengan pendekatan ini, Tim Tabulasi MARI-YO tidak hanya mengumumkan kemenangan, tetapi juga memberikan sinyal kepada pihak lawan bahwa klaim tersebut didukung oleh data yang kuat. Metodologi ini diharapkan dapat meningkatkan standar etika politik, mendorong transparansi, mengurangi disinformasi, dan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

‎ ‎”Kemenangan ini bukan hanya tentang klaim cepat, tetapi tentang membuktikan klaim tersebut dengan cara yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. [loy]