Deklarasi JWW-HMS, Lapangan Pendidikan Wamena Jadi Lautan Manusia

836

WAMENA, PapuaSatu.com – Lapangan Pendidikan, Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya jadi lautan manusia, untuk menyaksikan deklarasi pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo dan Habel Melkias yang berlangsung, pada Senin (08/01/2018) siang.

Puluhan Ribu rakyat dari berbagai penjuru wilayah  Pegunungan Tengah Papua ini datang dengan memberikan dukungan penuh kepada JWW-HMS yang telah  terbukti dan sukses menjadi  bupati selama dua periode.

Deklarasi itu ditandai  pemabcaan Deklrasi oleh Ketua DPD PDI P Provinsi Papua Edoardus Kaize  sekaligus pelepasan balon oleh pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Jhon Wempi Wetipo.

Hadi dalam deklrasi itu Ketua Badan Kehormatan DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, Mindo Sianipar, pengurus DPD Partai Gerindra yang dipimpin Natan Pahabol, Wakil Bupati Merauke Sularso, serta seluruh pengurus DPW Partai Perindo.

Dihadapan masyarakat, John Wempi Wetipo menceritakan pertemuannya dengan Ketua DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, pada tanggal 29 September 2017, situasi politik PDI Perjuangan dengan Gerindra di pusat tidak pernah sejalan.

Akan tetapi, Prabowo menjatuhkan dukungannya kepada JWW-HMS, dengan keyakinan mereka berdua bisa membawa perubahan baru bagi Indonesia.

“Beliau sampaikan, matahari terbit dari wilayah Timur Indonesia. Sehingga Bapak Prabowo tak keberatan memberikan dukungannya kepada kami, yang berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Titipan beliau hanya satu, mereka berharap kami bisa menjadi agen perubahan dan alat permesatu bangsa,” katanya.

JWW yang saat ini masih aktif menjabat sebagai Bupati Jayawijaya menjelaskan, proses politik yang ia lalui, adalah bagian dari pendidikan. Dimana seperti anak sekolah ketika tamat SD, akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP, SMA hingga perkuliahan.

“Sebentar lagi saya akan tamat dari sekolah di tingkat Kabupaten, dengan jabatan sebagai Bupati. Maka dari itu, saya maju sebagai calon Gubernur Papua. Inipun saya lakukan, lantaran saya tak melihat banyak perubahan atas pembangunan yang dapat mensejahterakan masyarakat di Papua,” tegasnya.

JWW juga menjelaskan, banyak orang yang menceritakan tentang pilihannya menggandeng Habel Melkias Suwae sebagai wakilnya, yang mana pernah menjadi lawan politiknya, ketika ia dipercaya sebagai Ketua Pemenangan di wilayah Pegunungan Tengah Papua, saat Lukas Enembe-Klemen Tinal menang telak di wilayah tersebut.

“Ini adalah dosa yang harus saya tebus. Kurang lebih 4 tahun lalu, saya berhasil menggagalkan bapak HMS saat meju sebagai calon Gubernur Papua. Yang membuat saya kecewa, yakni orang yang saya percaya memimpin Papua tak memberikan dampak besar bagi masyarakat. Maka dari itu, saya bersama HMS pada Pilgub 2018 ini, ingin mensejaterakan masyarakat melalui konsep visi misi “Papua Cerdas”,” paparnya.

Duet wilayah Pegunungan dengan Pesisir Pantai Papua, ungkap Wempi, dipercaya olehnya dapat merubah diskriminasi di antara orang Papua, yaitu orang Pesisir dan orang Gunung, termasuk istilah orang Papua dan orang pendatang.

“Kedepan tak boleh lagi ada istilah dikotomi antara orang Papua dan Pendatang termasuk orang Pantai dan orang Gunung. Tapi, kita harus bersatu dan mengatakan, kita, dia dan mereka adalah orang Papua dan Indonesia,” ujarnya.

Walau JOSUA hanya di dukung oleh dua partai dan petahana yang menjadi lawannya memiliki 10 partai pendukung, tak membuat mereka berdua gentar. “Kami hanya dua partai ditabah Perindo, tetapi kami memiliki pasukan atau penumpangnya yang hebat-hebat,” tegasnya.

Bakal Calon Wakil Gubernur Papua, Habel Melkias Suwae mengungkapkan, deklarasi JOSHUA (JWW-HMS) di Kota Wamena, jantungnya Papua ini merupakam sejarah besar bagi dua partai besar di Indonesia.

Habel yang pernah menjabat dua periode menjabat Bupati Jayapura itu menjelaskan hal yang sama tentang pinangan yang diterimanya dari JWW, lantaran masih ingin menyumbangkan, tenaga, ide, pikiran dan gagasan membangun Papua.

“Semua orang di Papua ini tau, kalau dulu kami tak saling berhadapan. Tetapi, perbedaan itu hari ini telah berakhir, sebab kami menjadikannya sebagai alat pemersatu demi kepentingan masyarakat Papua,” lugasnya.

Ketua DPW Partai Perindo di Papua itu menyampaikan, rasa haru yang tak terhingga, ketika John Wempi Wetipo mengungkapkan kepada keluarga, partai pengusung bahwa ia kini menjadi bagian hidupnya.

“Ketika tadi kami dijamu dikediaman bapak Wempi, beliau sampaikan HMS adalah bagian dari hidup JWW. Sebagai keluarga dari masyarakat di lembah ini, dengan kerendahan hati sata ucapkan terima kasih,” pungkasnya.

Melalui konsep pembangunan “Papua Cerdas” yang sudah dua tahun belakangan ini di dengungkan Wempi, lanjut Habel, ia berkeyakinan Papua kedepannya akan lebih maju, khususnya memberdayakan masyarakat dan sumber daya alam yang ada.

“Sudah waktunya untuk kita bersatu, jangan lagi katakan siapa kamu, siapa kami, tetapi kau, kami dan kita, bersama-sama membangun Papua ini dengan baik. Apalagi, seluruh suku bangsa ada di Indoenesia dari Sabang-Merauke, jadi tak boleh lagi ada ada perbedaan diantara kita,” pungkasnya. [loy]