KPU Intan Jaya Tetapkan 25 Daftar Calon Terpilih Aggota DPRD

Ketua KPU Kabupaten Intan Jaya, Krismas Bagau
Ketua KPU Kabupaten Intan Jaya, Krismas Bagau

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Intan Jaya, menetapkan sebanyak 25 daftar  calon terpilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Intan Jaya, pada Selasa (6/7/2019).

Ketua KPU Kabupaten Intan Jaya, Krismas Bagau mengungkapkan, 25 daftar anggota DPRD Kabupaten Intan Jaya terpilih ini meningkat dari 20 kursi sebelmnya. “Ya, sebelumnya hanya 20 kursi. Ada penambahan 5 kursi sehingga menjadi 25 kursi,” ungkapnya kepada wartawan usai rapat pleno terbuka salah satu Hotel distrik Abepura-Kota Jayapura.

Krismas mengakui bahwa dari  25 orang calon terpilih tersebut 100 persen orang asli Papua. “100 persen orang asli Papua, tidak ada orang non Papua karena tidak ada yang mencalonkan diri,” akunya.

Dari 25 calon terpilih tersebut, lanjut dia, Demokrat masih mendominasi perolehan suara yakni, 4 calon dari Partai Demokrat.

Sementara nama-nama 25 calon tersebut adalah Benyamin Weya (Gerindra), Elias Sani (PDIP), Vincen Sondegau (Perindo), Martinus Maisini, ST (PAN), Andarias Duwitau (Hanura),Melianus Belau (Demokrat), Titus Kobogau (PKPI). Tujuh orang tersebut berasal dar Dapil I.

Nama calon terpilih dari Dapil II yakni Anton Wandagau (PKB), Oktovianus Wandikmbo, SE, MM (Gerindra), Demianus Majau (PDIP), Detinus Sani, S.Sos (Garuda), Yakius Hogajau (PKS), Yosep Tapani (PAN) dan Panius Wonda (Demokrat).

Sedangkan untuk Dapil III adalah Alpius Bagau, SH (Demokrat), Alson Nagapa (Demokrat), Anton Mayani (PDIP), Marthen Tipagau, S.Sos (Nasdem), Yefri Bagau, S.Sos (Nasdem), Julianus Agimbau, S.IP (Nasdem), Melianus Kobogau, Amd.Par (Garuda), Habel Zanambani (Perindo), Methusalah M. Kobogayauw (PPP), Yakob Labene (Hanura) dan Zakaria Munipa (Hanura).

Krismas berharap, setelah penetapan anggota DPRD yang baru, dapat melahirkan regulasi baru di daerah Intan Jaya.

“Harus ada perubahan sedikit dari DPRD sebelumnya. Dengarkan aspirasi masyarakat karena kalian dipilih oleh rakyat maka kebijakan yang dilakukan juga harus untuk rakyat,” harapnya.

Faktor Keamanan, KPU Tidak Gelar Rapat Pleno Terbuka di Intan Jaya

Lebih lanjut disampaikan Krismas  bahwa alasan KPU Intan Jaya tidak menggelar rapat pleno terbuka di Kabupaten Intan Jaya karena karena fakto keamanan yang kurang konduktif.

“Ya karena faktor keamanan menjadi salah satu alasan kami gelar rapat pleno di Jayapura,” ucapnya.

Menurutnya, faktor keamanan ini sangat penting karena para caleg yang gagal mendapatkan kursi tidak terima dengan kekalahannya. “Mereka ngotot harus mendapatkan kursi. Bahkan tidak sedikit yang menghasut massa untuk picu keributan. Jangan sampai mereka memperalat masyarakat dan memperkeruh situasi,” lanjutnya.

Maka, demi mengamankan situasi, KPU bersama Bawaslu bersepakatan untuk melaksanakan rapat pleno di Kota Jayapura.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Bawaslu Kabupaten Intan Jaya, Yunus Abugau, S.HUT mengungkapkan dalam proses pemilu, telah ditemukan 41 pelanggaran termasuk dengan 1 laporan pidana. “Yang pidana kami telah proses dan masuk dalam rana hukum namun pihak kepolisian belum tuntaskan, itu sudah kadaluarsa,” ungkapnya.

Sedangkan untuk laporan pelanggaran lainnya, ia mengaku telah dituntaskan. “Semua sudah dilakukan, sudah tuntas, maka hari ini bisa dilaksanakan penetapan dalam rapat pleno,” terangnya.

Tidak sedikit caleg yang tidak menerima keputusan tersebut tetapi proses pleno berjalan aman dan lancar. “Caleg-caleg yang tidak setuju, kami penyelenggara dengarkan saja bila dilaporkan. Agar tidak ada keributan,” katanya.

Sedangkan untuk kinerja KPU Kabupaten Intan Jaya, dinilai baik oleh Bawaslu. “Sudah baik, meskipun ada sedikit masalah-masalah administrasi namun bisa ditangani oleh KPU,” tutupnya. [ayu]