Doa Syukur Keluarga Besar Flobamora, BTM : Kalau Bisa Sekda di NTT Berasal Dari Papua

0
297

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Keluarga Besar Flobamora di tanah Papua menggelar doa syukur bersama di Gor Waringin Kotaraja, Sabtu (1/2/20).

Kegiatan tersebut berlangsung meriah mulai dari ibadah syukur, penyajian budaya dari tari-tarian dan nyanyi-nyanyian menggunakan pakaian adat dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Walikota Jayapura, Dr Drs Benhur Tomi Mano, MM sekaligus mewakili tokoh adat tanah Tabi menyambut baik kedatangan bapak Gubernur NTT di Papua.

“Kami ucapkan selamat datang kepada bapak Gubernur NTT yang tiba di tanah Papua, tanah yang diberkati Tuhan, surga kecil yang jatuh ke bumi. Kami mau dengar petuah dan nasehat dari bapak dan kalau boleh saya mau titip, disini (Papua) ada Sekda Provinsi Papua yang berasal dari NTT, kalau bisa disana (NTT) ada Sekda juga yang berasal dari Papua,” ujarnya.

Sekda Provinsi Papua, Heri Dosinaen juga menyampaikan selamat datang kepada bapak Gubernur dan berterimakasih atas kehadiran beliau di Papua. “Kehadiran bapak tentu membawa 1 misi yang besar dan komitmen agar terus bersatu. Kalau hari ini orang bicara tentang Bhineka Tunggal Ika, maka kami Papua yang menjadi miniatur Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Flobamora Provinsi Papua, Hj. Solaiman Hamzah mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah ikut serta dalam doa syukur tersebut. Ia ungkapkan, warga NTT di Papua berkisaran sekitar 200ribu orang.

“Pada tahun 2003 kami lakukan seminar selama 3 hari dan menurut data kami, total masyarakat NTT di Papua pada saat itu mencapai 187ribu orang. Saa itu Papua dan Papua Barat masih gabung. Hingga kini belum didata lagi tapi saya yakin ada penambahan. Kami kesini membawa adat dan kebiasaan serta seni dan budaya dari kampung halaman. Kami juga punya tarian masing-masing dari berbagai kabupaten di NTT,” ungkapnya.

Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, SH mengucapkan salam hangat atas nama provinsi NTT. “Saya hadir kemarin dan disambut dengan hangat oleh seluruh masyarakat Papua. Hari ini saya dapat 2 tugas. Tugas pertama yaitu menjadikan orang Papua sebagai Sekda di NTT. Saya rasa itu tidak terlalu berat karena yang pilih Sekda adalah Gubernur. Tugas kedua adalah kapal dari Kupang ke Jayapura. Nanti kedepannya saya akan atur seminggu 2 kali ada kapal yang langsung dari Jayapura ke Kupang begitupun sebaliknya,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, ia juga minta agar sumber daya manusia terus didongkrak agar tidak ada lagi kemiskinan. “Kami punya sumber daya alam yang bagus, tapi masih miskin. Mari kita bangun daerah jadi membanggakan supaya jangan jadi daerah miskin lagi. Kalau masih miskin, Gubernur jadi gagal dan ini harus jadi tantangan,” tukasnya. [ayu]