Pemuda Katolik Komisariat Daerah Papua Rayakan HUT 75 Tahun Pemuda Katolik Nasional

Caption : Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Alfonsa J. Wayap, saat memegang kue ulang tahun, didampingi ketua panitia HUT, Doni Donatus Gobay Ketua Icakap Papua Vincen Lokobal, pembina pemuda Katolik bapak Paskalis Kossay, dan salah satu perwakilan dari PMKRI, Minggu (15/11/2020).
Caption : Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Alfonsa J. Wayap, saat memegang kue ulang tahun, didampingi ketua panitia HUT, Doni Donatus Gobay Ketua Icakap Papua Vincen Lokobal, pembina pemuda Katolik bapak Paskalis Kossay, dan salah satu perwakilan dari PMKRI, Minggu (15/11/2020).

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua merayakan HUT Pemuda Katolik Nasional ke-75 tahun di Aula Seminari Menengah Waena Jayapura, Minggu (15/11/2020).

Perayaan HUT tersebut diawali dengan Misa Ekaristi Kudus yang dihadiri Pembina Komda Papua, Paskalis Kossay, Ketua Icakap Papua Vincen Lokobal, Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Alfonsa J. Wayap, perwakilan PMKRI, dan beberapa tokoh pemuda lainnya di kota Jayapura.

Dalam sambutannya Ketua Pemuda Katolik Komda Papua, Alfonsa J. Wayap, menegaskan bahwa pemuda Katolik sekarang ini harus lebih berkreatif dan inovatif di masa revolusi Four Point O (4.O).

Dengan usia 75 tahun pemuda Katolik hari ini 15 November 2020-red, pemuda tidak boleh lagi membuang-buang waktu tetapi sudah saatnya menjawab tuntutan Jaman yang sering disebut Jaman Milenial.

“Kita harus mengedepankan nilai-nilai hidup bersosial dan bertingkah adil terhadap masalah sosial yang sering terjadi di sekitar lingkungan kita,” ungkap Alfonsa kepada media ini usai perayaan HUT Pemuda Katolik Nasional ke-75.

Sosok perempuan yang selalu aktif dalam berbagai macam organisasi dan LSM di Papua ini menceriterakan segudang pengalaman yang diperoleh selama mengikuti berbagai organisasi, baik di kalangan kecil sampai di kalangan organisasi besar.

“Ada banyak yang harus kita pelajari dan mengembangkan pikiran secara positif dan talenta yang akan kita miliki. Dari organisasi itulah melahirkan pemimpin di tanah Papua yang kita cintai ini, bahkan sampai di luar Papua,” tutur Alfonsa.

Iapun pun mengajak kepada para pemuda Papua, khususnya pemuda Katolik agar tidak merasa cepat puas di dalam satu organsasi, tetapi teruslah berusaha untuk membuka diri kepada organiasasi-organisasi lain guna mengembangkan potensi intelektual dan kemampuan yang dimiliki.

Sementara itu Pembina Pemuda Katolik Komda Papua, Paskalis Kossay menegaskan bahwa pemuda Katolik Papua harus belajar dari sejarah perjuangan pemuda Katolik Indonesia dalam sejarah kemerdekaan NKRI.

“Hari ini usia pemuda katolik secara Nasional itu sama dengan usia Negara Republik Indonesia yaitu 75 tahun yang sama. Dengan demikian dalam sejarah kemerdekaan NKRI dulu, ada keterlibatan pemuda Katolik. Oleh karena itu saya berharap agar pemuda Katolik Papua harus merefleksikan diri untuk meningkatkan pola anak muda secara positif,” tegas Paskalis Kossay.

Menurutnya, pemuda Katolik harus bersumbangsih pikiran-pikiran positif dalam pembangunan daerah di Papua dan selalu aktif menanggapi berbagai model politik yang muncul di Papua dengan intelaktual dari anak muda Papua sendiri.

Ditempat yang sama, ketua panitia Doni Donatus Gobay, mengatakan dalam menyongsong HUT pemuda Katolik Nasional yang ke-75 tersebut, Panitia HUT dapat menyelenggarakan lomba karya tulis dengan topik Otonomi Khusus (Otsus) di Papua.

“Memang dalam situasi wabah Covid-19 sekarang maka kami tidak melakukan kegiatan-kegiatan untuk memeriahkan HUT Pemuda Katolik pada tahun ini. Namun kami hanya mengadakan satu lomba karya tulis pada dua kategori yaitu, kategori pelajar dan umum,” terang Doni Donatus Gobay.

Doni Donatus Gobay menambahkan, pelaksanaan HUT Pemuda Katolik Nasional oleh Komda Papua dapat dilaksanakan dengan baik, dan tetap mematuhi protokol kesehatan terkait masih adanya penyebaran Covid-19 di Papua. [miki]