Walikota Serta Para Rekan Mengenang Kebaikan Alm.Joshua Suwandi Saat Ibadah Pengucapan Syukur

0
339
Walikota Jayapura, Dr Drs Benhur Tomi Mano, MM
Walikota Jayapura, Dr Drs Benhur Tomi Mano, MM

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dalam ibadah pengucapan syukur sekaligus memperingati 7 hari wafatnya pimpinan Radio Swaranusa Bahagia (RSNB) yaitu Alm.Pnt. Josua Suwandi, Walikota Jayapura serta para rekan yakni seluruh fans, crew, pengisi acara dan para hamba Tuhan yang melayani di RSNB dan Radio Bahana Sangkakala (RBS) mengenang kebaikan beliau.

Bertempat di RBS, Kampung Buton Skyland, ibadah pengucapan syukur tersebut digelar, Senin (13/1/20) malam.

Walikota Jayapura, Dr Drs Benhur Tomi Mano, MM mengatakan bahwa apa yang telah dikerjakan oleh alm.Pnt. Josua Suwandi semasa hidup sangat berkesan. “Pada waktu saya menjabat di periode pertama, saya sempat datang ke radio ini dan berbincang dengan beliau. Lalu beberapa waktu lalu, saya mampir kesini dan berbincang-bincang dengan station manager disini beserta crew. Beliau kemudian bertemu saya saat di pesta pernikahan dan mengucapkan terima kasih. Itu ungkapan isi hati beliau kepada saya,” katanya.

“Akan tetapi, saya yang harus berterima kasih. Karena radio ini, hanya dengan 1 mulut yang menyampaikan firman tetapi 1000 telinga pendengar lewat udara mendengarkan firman hidup itu. Beliau pemimpin yang hebat, pemimpin yang luar biasa, punya hati untuk Tuhan,” sambungnya.

Selain itu, Penyiar Senior RBS, Valen menambahkan, alm.Pnt.Josua Suwandi patut diteladani sebab sikap beliau yang mau melayani. “Satu hal yang saya pelajari dari beliau yaitu mau melayani. Tak hanya melayani Tuhan tapi kami sebagai bawahannya pun tetap dilayani. Pernah ada acara di kantor, lalu beliau yang sibuk melayani kami, menyiapkan makanan kami. Itu patut diteladani,” ujarnya.

Sementara itu, Pendeta Sandra menyampaikan, hidup itu adalah tentang apa yang menjadi fokus pada hidup, tujuan hidup yang berfokus pada kemuliaan Tuhan. Bahkan, ia lanjutkan, hidup dan mati adalah dua hal yang tidak bisa dipungkiri.

“Ketika org hidup, suatu ketika ia akan mati. Persoalannya adalah bagaimana cara manusia menjalani hari-harinya semasa hidup. Hidup untuk Tuhan berarti mati adalah kebahagiaan. Caranya adalah orang yang hidup untuk Tuhan, tidak fokuskan untuk diri sendiri,” tutupnya. [ayu]