Bupati Puncak Jaya harap Penyelanggara Netral pada Pilgub Papua

0
850

MULIA, PapuaSatu.com – Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos, S.Ip, MM menghimbau kepada seluruh pihak penyelanggara baik di tingkat, Kampung, Distrik hingga ke kabupaten untuk netral dan bekerja dengan baik pada pemilihan Gubernur Papua yang akan berlangsung pada tanggal 27 Juni 2018.

“Pelaksanaan pemilihan Gubernur akan dilaksanakan secara serentak di 29 kabupaten dan Kota, salah satunya kabupaten Puncak Jaya. Kita punya hak suara dalam memilih kecuali TNI/Polri, sehingga sayara harap penyelanggara pemilukada  sampai ditingkat harus bekerja dengan baik agar tidak ada kecurangan-kecurangan,” kata Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, dalam sambutannya ketika menghadiri sosialisasi pemilu yang dilaksanakan Panwaslu bersama seluruh Stakholder di Aula Sasana Kaonak Kantor Bupati Puncak Jaya belum akhir pekan kemarin.

Pernyataan ini disampaikan Yuni Wonda, lantara berdasarkan pengalaman  pada pemilihan bupati Puncak Jaya 2017 lalu, terjadi kecurangan dan  ketidak netralan yang dilakukan oleh pihak penyelanggara sehingga membuat situasi kabupaten Puncak Jaya tidak aman. “Itu terjadi karena penyelenggara tingkat bawah,” tukasnya.

Untuk itu, Yuni Wonda meminta kepada Kapolres dan Dandim untuk mengambil tindakan tegas kpeada para penyelanggara yang mencoba-coba melakukan pelanggara di tingkat bahwa.

“Mereka harus ditangkap, karena masyarakat saat ini sudah mengerti sehingga jangan sampai situasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati terulang kembali. Saya minta Kapolres dan Dandim harus lebih tegas dalam menjaga situasi yang ada untuk tetap berjalan aman dan lancer,” tegas Yuni

Dikatakannya, situasi keamanan di Puncak Jaya bukan hanya diberikan kewenangan kepada pihak polri dan TNI serta Pemerintah daerah, akan tetapi situasi keamanan juga harus memiliki peran serta dari Geraja maupun para tokoh masyarakat yang ada.

“Keterlambatan Logistik bukan saja terjadi di Puncak Jaya namun dari pihak ketiga dan juga bukan berasal dari penyelenggara local, sehingga kami masih menunggu informasi dari Provinsi, namun diharapkan dua hari sebelum pelaksanaan pemilihan Logistik sudah didistribusikan ke distrik-distrik.

Lebih lanjut disampaikan Yuni Wonda, jumlah  pemilih di kabupaten Puncak Jaya mencapai 180.430. jumlah ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan hak pilihnya pada pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Papua pada tanggal 27, Juni 2018 nanti.

Sementara itu dalam arahan yang disampaikan Ketua Panwas Denio Wonda, SE mengatakan dari hasil survei ke 26 Distrik ada 6 Distrik merupakan catatan khusus titik rawan yakni,  Distrik Lumo, Ilamburawi, Yamoneri, Yambi Wonwi, Dagai dan Molanikime. “Namun situasi ini, kami selalu melaporkan ke Bawaslu Provinsi Papua,” katanya.

Ketua KPU Jenifer Darling Tabuni,SE menegaskan, komisioner KPU Puncak Jaya telah menempatkan anggotanya ke masing-masing distrik dan logistik hari direncanakan Senin depan sudah tiba di Puncak Jaya.

Hanya saja letak distrik yang susah dijangkau maka pihaknya bisa berhikmat untuk bisa dapat diselenggarakan di tempat terdekat atau ditarik ke tempat yang aman, sehingga masyarakat dapat menyalurkan suaranya sesuai yang diharapkan.

Sementara itu dalam arahan Wakapolres Puncak Jaya Kompol.A.L Tampubolon mengataka, pihak kepolisian telah menempatkan setiap anggota polri distiap daerah-daerah yang dianggap rawan  di  26 distrik.

“Ada 100 personil yang akan distiapkan disetiap daerah dengan satu orang perwira pengendali. Semua kegiatan pasti beresiko namun kami harap dari Kpu dan Panwas untuk dapat mengakomodir agar situasi pilkada di Puncak Jaya tidak terulang seperti pemilihan bupati dan wkail bupati pada tahun lalu,”  harap dia.

Hal yang sama disampaikan Pasiter Kodaim 1714/PJ Lettu.Inf.Ardavid bahwa berkaitan dengan pilgub Papiua, jajaran TNI telah menyiapkan 481 personil sudah dibagian setiap pemilihan untuk memback-up polri dalam pengamanan.

Namun tentunya, TNI polri siap mengamankan pemilihan umum akan tetapi kami diharapkan masyarakat saing berkoordinasi sehingga pemilihan gubernur dna wakil Gubernur di Puncak Jaya dapat berjalan dengan aman.

Sementara itu Bupati Yuni wonda saat ditemui setelah rapat menyampaikan bahwa Masyarakat sudah siap untuk mengikuti pemilihan dan para kepala distrik dihimbau untuk memperhatikan masyaakatnya masing – masing sehingga tidak mudah utk terprovokasi dengan keadaan disekitar dan mengharahkan pilihan tanpa ada unsur paksaan.

Sementara itu ditambahkan oleh Wakapolres Puncak Jaya Kompol A.L Tampubolon bahwa pihak kepolisian tetep menjaga keamanan yang didukung oleh 50 personil dari polda papua dan Brimob Kelapa II dan anggota Polisi Organik Polres Puncak Jaya akan menjaga situasi agar tetap aman. [humas puncak jaya]