
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pasca terjadinya kasus kekerasan, penyandaraan, pembakaran rumah sakit dan SD di Kampung Waa Banti dan Kampung Aroanop kabupaten Mimika, Prajurit TNI telah mengerahkan sebanyak 50 personil untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat setempat.
Kepala PenerangaPrajurit TNI Tetap Lindungi Masyarakat dari Ancaman KKSB di Mimikan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi mengatakan, persitiwa kekerasan yang dilakukan KKSB terjadi sejak bulan November 2017.
Dimana kelompok ini menyandera sebanyak 1.300 warga lalu dikumpulkan di salah sampung di kabupaten Mimika. Penyanderaan, bahkan terakhir melakukan pembakaran Rumah Sakit dan Gedung sekolah serta pemerkosaan terhadap guru kontrak.
Aksi mereka, TNI selaku pelindung rakyat berhasil memukul mundur KKSB itu dari kampung Waa, Banti sampai ke Aroanop. “Dalam tindakan penegakkan hokum yang dilakukan kami mengerahkan 50 orang anggota TNI yang dipimpin langsung oleh Danbrigif 20/IJK selaku Dansatgas,” kata Aidi.
Upaya yang dilakukan, aparat TNI juga berhasil mengevakuasi para guru-guru dari kampung Aroanop ke Timika pada tanggal 19 April 2018 lalu. “Kami mengevakuasi para guru ini karena mereka dibawah ancaman dan rasa traumatis atas kasus pemerkosaan kepada rekan mereka,” jelasnya.
Ia menegaskan meski sudah berhasil memukul mundur para kelompok KKSB, pihak TNI akan terus menjaga keamanan masyarakat setempat, agar bisa melakukan aktifitas seperti biasa.
“Memang masyarakat setempat tak ingin lagi diganggu oleh kelompok KKSB, sehingga mereka meminta kami untuk tetap hadir di kampong mereka sampai situasi di kampong tersebut norma;. Namun dasarnya kami siap karena kami hadir untuk rakyat,” tukasnya.
Aidi mengatakan, TNI berasal dari rakyat dan kami TNI juga untuk rakyat, dimana ada kesusahan dan keluhan masyarakat pasti disana ada TNI.
“Seperti sekarang, setelah sekolah dibakar, guru tidak ada karena harus menjalani perawatan akibat ulah KKBSB kepada mereka, maka kami TNI yang mengajar anak-anak disini agar proses belajar mengajar anak-anak tidak putus. Fasilitas lain yang dibakar oleh KKSB ini adalah Rumah Sakit Waa ini, dimana nantinya akan dibangun lagi,” paparnya.
Lebih lanjut disampaikan Aidi, bahwa pesan dari Presiden dan Menteri masyarakat harus ikut serta dalam proses pembangunan fasilitas sekolah maupun rumah sakit. “Tujuannya agar masyarakat memiliki bangunan dan fasilitas yang baru,” katanya.
Bahkan komitmen masyarakat setempat akan melawan para kelompok KKSB jika kembali mencoba-coba membakar atau menghancurkan fasilitas di kampong mereka.
Upaya yang dilakukan itu, Aidi mengajak agar TNI dan masyarakat serta pemerintah setempat untuk bergandengan tangan untuk menjaga kedamaian dan memberikan pembangunan dan pendidikan anak-anak.
“Sekali lagi kami TNI mohon kerjasama kepada masyarakat untuk saling membantu dalam kemajuan masyarakat dan anak-anak disini. Kami TNI berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keamanan masyarakat serta kami membantu anak-anak untuk belajar,”tuturnya. [pendam/loy]










