Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Jadi Program Utama Wandik -Murib

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Talkshow pasangan calon bupati-wakil bupati Kabupaten Puncak yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Puncak di Hotel Aston Jayapura, Selasa (01/05/2018) berlangsung kondusif.

Thema yang diangkat dalam talkshow tersebut adalah ‘Pelayananan Publik Dalam Penyelesaian Permasalahan Daerah’. Untuk diketahui, talkshow yang digelar oleh KPUD Kabupaten Puncak ini merupakan pengganti dari debat kandidat. Hal dikarenakan hanya ada satu pasangan calon saja yang mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Puncak Tahun 2018.

Talkshow yang digelar tersebut terbagi dalam 4 sesi yakni ; Sesi pertana adalah penyampaianya visi misi dari calon bupati dan wakil bupati. Sesi kedua dan ketiga pasangan calon menjawab sejumlah pertanyaan yang diberikan oleh panelis dan sesi terahir adalah closing statemen dari pasangan Wandik – Murib.

Di sesi pertama talkshow tersebut, calon Bupati dan Waki Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik – Alus U.K Murib menyampaikan visi-misi dan seluruh program yang telah keduanya susun untuk membangun Kabupaten Puncak lebih baik lima tahun kedepan.
Beberapa program yang telah disusun oleh pasangan Wandik-Murib ini adalah melistriki seluruh daerah di Kabupaten Puncak dan penataan jabatan struktural juga memperkuat SDM di Kabupaten Puncak.

Sementara di sesi kedua, pasangan Wandik – Murib mendapatkan sejumlah panelis yang ikut serta dalam talkshow tersebut. Para paneli yang ditunjuk oleh KPUD Kabupaten Puncak ini adalah akademisi dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Papua.

Salah satunya adalah, DR. Hans Kaiwei dalam talkshow tersebut dirinya mempertanyakan kepada pasangan Wandik –Murib tentang konsep seperti apa yang akan ditawarkan dalam mengoptimalkan peran kampung. Karena menurutnya selama ini peran kampung belum begitu optimal dalam mendukung pergerakan pembangunan.

“konsep seperti apa yang akan bapak berdua tawarakan agar kampung tidak hanya menjadi pelengkap dalam struk pemerintahan di Kabupaten Puncak. Tetapi memiliki sinergitas dengan kebijakan pusat sehingga kampung punya kemandirian dan menjadi kekuatan baru dalam mendorong percepatan kesejahteraan bagi masyarakat di Kabupaten Puncak” tanya DR. Hans Kaiwei

Menjawab hal tersebut, calon Bupati Kabupaten Puncak, Wilem Wandik mengungkapkan, di daerah tersebut total ada 206 kampung yang telah menerima Dana Alokasi Kampung (DAK) untuk pengembangan kampung itu sendiri.

Dikatakannya, pada periode pertamanya sebagai Bupati Kabupaten Puncak dan sejak Presiden RI, Ir. Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan program Nawacita dan mengalokasikan dana yang sangat besar untuk setiap kampung, banyak sekali perubahan yang terjadi di daerah tersebut.

Oleh sebab itu dirinya bersama Murib berpikir bagaimana agar seluruh masyarakat kampung tidak hanya menghabiskan dana yang diberikan oleh Presiden Jokowi begitu saja. Tetapi bagaimana cara memutar dana tersebut untuk kesejahteraan setap warga di kampung. Dirinya telah menganjurkan kepada seluruh kepala kampung untuk membuka lahan pertanian.

“jadi kami berpikir bagaimana bisa memutar dana tersebut. Sehingga kami telah memikirkan program pemberdayaan ekonomi agar bagaimana setiap kampung wajib menanam. Sejak periode pertama saya, kami sudah anjurkan kepada kepala kampung untuk wajib menyediakan lahan pertanian sebesar 5-10 hektar per kampung. Dan seluruh hasil pertanian dari masyarakat kampung itu akan kita pasarkan keluar melalui BUMD yang telah kita bentuk” katanya.

“cotohnya hasil pertanian tersebut kita pasarkan ke Freeport inilah yang telah kita lakukan karena peredaran uang di masyarakat Kabupaten Puncak selama ini hanya habis digunakan” pungkas Wandik disambut riuh tepuk tangan pendukungnya. [abe]