
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Lima anggota TNI AD dari Kesatuan 753/AVT dan anggota Kodim 1714/PJ, ditembak oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di Kampung Tirineri Distrik Yambi, kabupaten Puncak Jaya, pada Sabtu 16 Juni 2018 siang sekitar pukul 13.00 WIT.
Lima Anggota TNI ini Tiga diantaranya ini masing-masing Kapten Inf. Gugun Pardiana Jabatan Dansatis Maleo Puncak Jaya mengalami Luka Serpihan di Bagian Pelipis mata kanan dan lengan bagian Kiri, Prada Erik Karnando terkena Luka tembak pada lengan tangan bagian kiri tulang hancur dan Praka Supriyanto kena serpihan dibagian Paha kanan.
Sementara dua anggota TNI dari Kesatuan Kodim 1714/Puncak Jaya masing-masing Pratu Inf. Bedjo Susilo terkena luka tembak di bagian paha sebelah Kanan, Pratu Inf. Reinaldy terkena luka tembak pada Paha bagian Kiri.
Data yang diperoleh media, penembakan berawal personil gabungan TNI AD 753 AVT dan Personil Gabungan Kopasus melakukan perjalan menuju pos kampung Tirineri Distrik Yambi, lalu tiba-tiba Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata yang diduga dibawah pimpinan Lekagak Telenggen langsung melakukan penghadangan disertai penembakan.
Sempat terjadi kontak tembak dalam insiden itu dan beberapa menit kemudian, Tim Aligator dibawah Pimpinan Dandim 1714 PJ melakukan Penyisiran di lokasi kejadian. Saat tiba dilokasi sempat terjadi kontak tembak hingga mengenai dua prajurit TNI masing-masing Pratu Inf. Bedjo Susilo terkena luka tembak di bagian paha sebelah Kanan, Pratu Inf. Reinaldy terkena luka tembak pada Paha bagian Kiri.
Kapolres Puncak Jaya AKBP Indra Napitulu saat dikonfirmasi, membenarkan adanya penembakan tersebut. Dari hasil yang diperoleh, korban dari TNI lima orang mengalami luka tembak dan sudah langsung dilarikan ke RSUD Mulia kabuaten Puncak Jaya.
“Ya, betul ada penembakan itu dan kini korban akan diterbangkan ke Jayapura dengan menggunakan pesawat udara Twin oter Trigana,” katanya, Minggu (17/8/2018) tadi.
Ia menegaskan, pihaknya telah memerintah seluruh jajaran kepolisian dibantu aparat TNI untuk melakukan penyisiran guna mencari pelaku. “Memang medan cukup sulit dijangkau, namun kami terus akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” pungkasnya. [loy]










