Kirab Merah Putih Tiba di Merauke, Bukti Indonesia Tetap Utuh Dari Sabang Sampai Merauke

MERAUKE, PapuaSatu.com – Tepat pukul 09.00 WIT sesuai estimasi, pesawat Boing M-7304 TNI Angkatan Udara (Indonesian Air Force) pembawa bendera yang akan dikibarkan pada upacara HUT TNI Ke-73 landing di Bandara Mopah Merauke.

Perjalanan Kirab Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-73 TNI tahun 2018, adalah dari Sabang, Banda Aceh, menggunakan KRI Halasan-630 menuju pelabuhan Aceh, untuk selanjutnya dibawa menggunakan pesawat Boing milik TNI AU dari Bandara Banda Aceh.

Setelah dari Sabang-Banda Aceh, menuju Pekanbaru-Riau, Palembang-Sumsel, Solo-Jateng, Surabaya-Jatim, Balikpapan-Kaltim, Manado-Sulut, Makassar-Sulsel, Kupang-NTT, Ambon-Maluku, Sorong-Jayapura dan berakhir di Kabupaten Merauke-Papua.

Tiba di Bandara Mopah – Merauke, bendera pusaka yang diapit empat bendera kebesaran TNI, yaitu bendera Mabes TNI dan tiga Matra, yakni TNI AU, TNI AD dan TNI AL, melalui Danlanud Merauke, dipindahkan dari pembawa bendera yang mengawal sejak dari Sabang, kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), untuk diarak menuju Kantor Bupati Merauke.

Sepanjang perjalanan dari Bandara Mopah Merauke, disambut meriah oleh warga masyarakat, pelajar, mahasiswa, tua, muda anak-anak, di sisi kanan dan kiri jalan, menyaksikan arak-arakan tersebut.

Setibanya di Kantor Bupati Merauke, disambut dengan tarian dan selanjutnya, oleh Danrem 174/ATW, Brigjen TNI R. Agus Abdurrauf bendera diserahkan kepada Bupati Merauke, Grederikus Gebze.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem mengungkapkan bahwa kirab Bendera Merah Putih tersebut tujuan membangkitkan rasa nasionalisme seluruh elemen masyarakat, dan khususnya di kalangan TNI sendiri, dan secara umum bagi rakyat merauke ini.

“Kita laksanakan kirab ini tidak lain karena kita semua sangat mencintai NKRI ini, dan kita buktikan bahwa Indonesia tetap untuh dari Sabang sampai Merauke,” ungkapnya.

Kata Danrem,  tanpa Merauke maka Indonesia tidak ada.

“Dan ini membuktikan juga, bahwa kalau kita sakit maka seluruh Indonesia juga akan ikut sakit. Merauke sakit, Indonesia akan sakit,” ujarnya.

Kirab bendera merah putih tersebut merupakan rangkaian, dari rangkaian HUT TNI ke-73, yang telah dimulai dari Sabang sejak Tanggal 26 September 2018.

Yang special, kata Danrem, bendera pusaka tersebut sejak perjalanannya dari Sabang, dikawal lima orang prajurit TNI yang berprestasi di bidang olahraga pada ajang ASEAN Games yang digelar di Jakarta dan Palembang beberapa waktu lalu.

Di kesempatan sama, Bupati Merauke Frederikus Gebze dengan berapi-api mengungkapkan bahwa merah putih tak akan tergoyahkan dari sabang sampai Merauke, karena talinya satunya di Sabang dan satu lagi di Merauke.

“Kami atas nama rakyat kabupaten merauke menerima dengan tangan terbuka dan dengan hati terbuka,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh TNI dan Polri yang telah mengayomi dan melindungi segenap bangsa Indonesia dari berbagai ancaman dan bahaya.

Setelah dilaksanakan doa oleh tokoh lintas agama secara estafet, bendera dikirab lagi menggunakan kendaraan mobil dan ratusan pemotor, dan ribuan masyarakat maupun aparat TNI dan Polri dari berbagai kesatuan, untuk diletakkan dan menginap satu malam di gedung Negara, sebelum dikibarkan para upacara HUT TNI Ke-73 di Bandara Mopah Merauke pada Jumat (5/10/2018).[yat]