
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemerintah Provinsi Papua melarang bahan souvenir PON XX impor atau datangkan dari luar tanah Papua.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Papua, DR. Muhammad Musa’ad, mengatakan jika souvenir PON XX menggunakan bahan impor dari luar Papua maka akan terjadi capital flight (uang terbang) atau uang tak berputar di wilayah Papua tapi lebih banyak mengalir keluar Papua.
Menurut Musa’ad, sudah himbauan Gubernur Papua agar souvenir PON XX sebagian besar menggunakan barang-barang dari dalam Papua sehingg pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat dua kali lipat.
“Jadi, PON XX lebih banyak menggunakan barang-barang lokal, seperti hadiah bagi para peraih medali PON XX, selain medali mereka juga mendapat hadiah cinderamata khas Papua, seperti noken dan ukiran-ukiran lokal,” kata Musa’ad ketika Membuka Lokakarya Pengembangan Program Gerbangmas Hasrat Papua Menuju Gerbangmas Berkeadilan, di Jayapura, Kamis (15/11/2018).
Dikatakan, pelaksanaan PON di Papua dapat dimanfaatkan masyarakat papua. jangam sampai orang dari luar yang datang memanfaatkan atau mengambil peluang tersebut yang menyebabkan uang dari Papua justru beredar diluar.
“Peluang-peluang ini harus dimanfaatkan orang yang ada di papua, jangan orang lain datang mengambil peluang tersebut,” terangnya.
Dengan adanya pelaksanaan ivent olahraga ini membuka ruang bagi orang papua untuk terus meningkatkan kinerja terutama bagi pengrajin mengembangkan usaha mereka.
“Jangan sampai semua kebutuhan PON kita datangkan dari luar, dan uang terbang ke luar menyebabkan tidak ada uang yang berputar di papua,” katanya lagi.
Untuk itu kata Musa’ad peluang itu harus ditangkap oleh masyarakat Papua dengan menyiapkan diri untuk menampilkan berbagai karyanya agar bisa dijual sebagai souvenir atau oleh-oleh dalam PON XX nanti.
“Ini peluang besar, jadi masyarakat jangan tinggal diam saja. mari siapkan diri buat souvenir atau kerajinan tangan yang bisa dijual saat PON XX nanti,“ ujarnya.
Dalam PON XX tahun 2020 itu, Papua akan kebanjiran puluhan ribu tamu yang datang, baik atlet maupun official cabang olahraga yang diperlombakan dalam PON XX tahun 2020 nanti.
Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Papua akan menyiapkan tas noken Papua sebagai ole – ole atau cindramata bagi para atlet PON XX tahun 2020.
“Jadi, kita siapkan tas noken hasil karya budaya lokal Papua untuk diberikan cendramata bagi atlet – atlet yang datang ke Papua di lima cluster, Timika, Merauke, Wamena, Biak, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura,” kata Anike Rawar. [piet]










