
BIAK, PapuaSatu.com – Pendamping desa tingkat Distrik di Kabupaten Biak Numfor melalui program Inovasi desa mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi Tim Pelaksana Inovasi Desa Tahun Anggaran 2018 di Hotel Mapia, Jumat (7/12/2018).
Ketua panitia sekaligus Pendamping Desa di Distrik Yendidori, Hermanus Sanadi menyataka, pelatihan tersebut dalam rangka peningkatan tupoksi bagi Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Sebelum melaksanakan tugas dan fungsi sebagai Tim Pelaksana Inovasi Desa di masing-masing distrik.
Dikatakannya, kegiatan yang dilaksanakan ini melibatkan ketua, bendahara, dan anggota Tim Pelaksana Inovasi Desa ini bertujuan Untuk mendorong percepatan dan inovasi serta Bagaimana pelaksanaan pengelolaan dana desa di tingkat kampung.
“Jadi kegiatna ini bagaimana peserta juga bisa mengelola dana operasional mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban. serta bagaimana mereka juga dapat memfasilitasi program inovasi di tingkat distrik masing-masing,” jelasnya.
Adapun penyelenggara pelatihan yakni, berasal dari pendamping Desa tingkat distrik yang terdiri dari pendamping Desa teknik dan pendamping Desa pemberdayaan yang baru saja mengikuti pelatihan di Provinsi Papua.
Dimana menurutnya, kegiatan yang berlangsung merupakan program Kementerian yang baru dilakukan oleh Dirjen pembangunan dan pemberdayaan kampung yang didorong untuk mempercepat dan lebih memaksimalkan pengelolaan dana desa yang sudah bergulir sejak tahun 2015 hingga 2018.
Ia berharap tim pelaksana inovasi desa dapat mendorong juga ke setiap kampung untuk lebih memaksimalkan potensi lokal yang ada, dengan memanfaatkan dana desa yang telah masuk ke kampung dan semua distrik yang ada.
“Kita berharap setelah TPID dilatih tugas dan fungsi mereka bersama dengan pendamping Desa baik di tingkat distrik maupun lokal melakukan serta membangun sinergitas dengan kepala kampung untuk mendorong perencanaan Tahun Anggaran 2019,” jelasnya.
Dalam pengelolaan dana desa lebih pada pengembangan potensi lokal yang ada sehingga lebih terkelola secara Inovasi dan kreatif sehingga tidak hanya mereplikasi keunggulan-keunggulan pengelola dana desa di kampung kampung bahkan daerah lain juga yang sudah berhasil di itu dilakukan juga di kampung-kampung.
Oleh karena itu, Sanadi menyampaikan pesan pelatihan tersebut peserta mempunyai semangat serta konsep atau ide ide yang dapat di terapkan di masing-masing kampung dan juga diharapkan adanya partisipasi dari masyarakat dalam berkreasi
“kami berharap setelah peserta mengikuti kegiatan ini peserta mempunyai semangat serta konsep atau ide-ide juga, sehingga pada saat melakukan tugas di kampung dapat menjadi agen perubahan dan mendorong supaya adanya partisipasi masyarakat dan juga ada ruang untuk masyarakat dapat berkreasi.
Sanadi juga berharap agar TPID dapat melakukan inovasi dan kreatif karena pemerintah telah menyediakan dana yang besar. “sehingga bagaimana mengembangkan potensi lokal harus dilaksanakan secara inovatif maupun kreatif dengan meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia yang benar-benar mau bekerja,” tukasnya. [vhie/loy]










