
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Peristiwa penembakan yang dilakukan Kelompok Separatis Sipil Bersenjata (KKSB) terhadap pekerja PT Istaka Karya (Persero) tidak menurungkan niat pemerintah untuk meneruskan pembangunan jalan trans-Papua ruas Jayapura-Wamena.
Pekerja yang menjadi korban penembakan sedang membangun Jembatan Kali Aorak (KM 102+525) dan Jembatan Kali Yigi (KM 103+975) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring S.Ip siap menurunkan personilnya untuk membantu swasta terhadap pembangunan jalan trans-Papua, karena pembangunan tersebut merupakan prioritas program dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
“Pembangunan Harus jalan, kita akan turun bantu swasta di sana. Presiden membangunan jalan Trans Papua ini supaya akses itu terbuka, kalau akses itu terbuka maka mobilisasi gampang, harga pokok murah, sector apapun hidup, dan ekonomi hidup,” ungkap Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiri kepada wartawan di Makodam XVII/Cenderawasih, Kamis (13/12/2018).
Masalah gangguan keamanan di daerah Mbua, kabupaten Nduga Provinsi Papua, Pangdam menyatakan, hingga saat ini situasi sudah berangsur kondusif.
“Masyarakat sudah kembali ke rumahnya masing-masing dan melakukan aktifitas seperti biasa. Tidak ada yang ditakutkan di sana. Saya bersama Kapolda dan TNI/Polri sudah ke sana. Sudah aman dan situasi sudah kondusif,” kata Pangdam.
Memang awalnya, kata Pangdam, warga setempat sempat mengungsi karena ketakutan paska peristiwa penembakan itu. “Mereka takut karena melihat saudara-saudara juga ikut mengungsi. Jadi kita sudah imbau semua kepada masyaraka, makanya mereka turun,” ujarnya. [ayu/loy]










