Perlu Adanya Rekayasa Marketing Agar UMKM Di Pameran Dapat ‘Dilirik’

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pansus PON XX & PPN XVI mengunjungi pelaku UMKM yang sedang menjajakan hasil karya seninya pada Pameran dan Pegelaran Seni di kawasan Pantai Holtekamp, Rabu (13/10/21) siang.

Pameran dan Pegelaran Seni tersebut diikuti oleh 50 UMKM asal Papua dari berbagai daerah dan digelar sejak tanggal 9 Oktober 2021 lalu.

Dalam kunjungannya, Pansus mendengarkan berbagai aspirasi dari para pelaku UMKM salah satunya adalah tempat pameran yang selalu sepi.

Anggota Pansus PON XX & PPN XVI, Darwis Massi, menyayangkan hal tersebut. Ia menilai pameran tersebut sudah cukup bagus dimana ada pameran dan juga pegelaran seni budaya tetapi kurang dikunjungi oleh masyarakat terutama para atlit.

“Sebenarnya sukses ekonomi ini kita mau stand-stand ini, hasil kerajinan UMKM dapat terjual. Ini yang pemerintah belum pikirkan bahwa sudah difasilitasi tempat tapi belum memikirkan bagaimana produk UKMK ini laku,” ujarnya pada awak media disela-sela kunjungannya bersama tim Pansus.

Menurutnya, harus ada intervensi dari pemerintah dalam bentuk rekayasa marketing. “Rekayasa marketing adalah bentuk intervensi untuk mengarahkan, menggerakkan masyarakat kesini untuk berbelanja terutama tamu-tamu kita dari luar daerah seperti atlit dan official yang ingin membeli cendera mata, itu bisa diarahkan ke pameran ini,” kata Darwis.

Diungkapkan, hal itu juga menjadi keluhan dari pelaku UMKM karena sudah 5 hari mereka di lokasi pameran, belum pernah ada 1 bus yang mengangkut atlit dan official yang menghampiri. “Seharusnya usai mereka bertanding, sebelum pulang kembali ke daerah masing-masing, mereka disinggahkan ke pameran untuk melihat-lihat dan berbelanja,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Anggota Pansus PON XX & PPN XVI, Natan Pahabol beri apresiasi kepada para pelaku UMKM yang ikut serta dalam pameran dan pegelaran seni budaya. “Kami pansus beri apresiasi atas segala usaha dan bakat dari pelaku UMKM asli Papua,” tuturnya.

Namun, karena stand-stand UMKM sepi pengunjung, Natan berharap PB PON dapat mengambil tindakan dalam hal ini membeli beberapa barang dari pelaku UMKM tersebut untuk dijadikan buah tangan atau oleh-oleh kepada para atlit maupun official.

“Dalam rangka penutupan PON, kami berharap demikian. Kami juga harap pemerintah kota agar aktifitas ini dalam terus berlanjut, jangan ditutup meski PON nanti selesai,” harap Natan.

Selain mengunjungi Pameran dan Pengelaran Seni Budaya, Pansus PON XX & PPN XVI juga memberikan bantuan dana kepada para pelaku UMKM agar membantu untuk kebutuhan operasional mereka.

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM, Naomi Kaize bercerita bahwa sudah 5 hari standnya sepi pengunjung. “Stand saya sepi, hari pertama berjualan, sama sekali tidak ada pembeli sehingga saya membagi-bagikan dagangan saya kepada teman-teman pelaku UMKM. Hari berikutnya masih sepi juga, bahkan tidak ada pengunjung dari masyarakat luar, hanya kami sendiri para pelaku usaha yang saling membeli barang dagangan kami,” ceritanya sembari tersenyum.

Meski sepi, Naomi tidak putus asa. Ia terus berupaya menjajakan barang dagangannya yakni aneka makanan khas Papua seperti keladi tumbuk, aneka olahan sagu, ikan dan sayur bunga pepaya.

“Saya berharap, di event-event kedepan, pemerintah harus sungguh-sungguh perhatikan kami. Kami tidak putus asa, kami minta ekonomi jangan putus, ini kami juga bawa budaya kami melalui barang yang kami jajakan disini,” tutup Naomi. [ayu]