Gembala GPdI Kana Koya Barat Rayakan Ulang Tahun dan HUT Gereja

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Gembala Jemaat Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Kana Koya Barat, Pdt. Semuel Gerungan, merayakan ulang tahunnya yang ke-57 tahun bertepatan dengan perayaan HUT ke-2 pembangunan gedung gereja,.

‎Perayaan yang penuh sukacita ini diwarnai dengan puji-pujian dan ucapan syukur sekaligis ibadah raya yang berlangsung di Gedung Gereja GPdI Kana Koya Barat, 3 Agustus 2025.

‎Di hadapan jemaat, Pdt. Semuel mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas berkat Tuhan selama 57 tahun kehidupannya.

‎Ia mengaku telah melewati berbagai tantangan dalam kesehatan, ekonomi, dan pelayanan, namun tetap teguh berdiri karena kasih dan penyertaan Tuhan. “Tuhan telah menjaga dan melindungi saya selama ini,” ujarnya.

‎Sebagai bentuk persembahan syukur, Pdt. Semuel Gerungan bersama Ibu Rohani, Vivi Gerungan bersama kedua anaknya, Michael Gerungan dan Keren menyanyikan lagu-lagu rohani berjudul “Berkat Kemurahan-Mu”.

‎Perayaan Hut ke 57 Gembala dan Perayaan HUT ke-2 pembangunan gedung gereja ini juga menjadi momentum untuk mengucap syukur atas berkat Tuhan dalam pembangunan dan perkembangan jemaat GPdI Kana Koya Barat.

‎Dalam khotbahnya pada perayaan ulang tahun ke-57 Gembala Jemaat GPdI Kana Koya Barat dan HUT ke-2 gedung gereja, Pdt. Hans Yans Hamadi mengaitkan kisah Yakub dalam Kejadian 48:3-4 dengan perjalanan hidup sang gembala.

‎Ia menekankan janji Tuhan atas berkat, pertumbuhan, dan kepemilikan tanah kepada keturunan Yakub sebagai gambaran nyata anugerah Tuhan yang dialami Gembala Jemaat GPdI Kana Koya Barat hingga saat ini.

‎ Pdt. Hans menyatakan, Tuhan telah menjaga, melindungi, dan menafkahi kita tanpa henti. Oleh karena itu mengingatkan kepada jemaat akan kesetiaan Tuhan yang tak pernah putus.

‎ Pdt. Hans menghubungkan firman Tuhan yang terjadi pada Israel dengan kehidupan Gembala Jemaat GPdI Kana Koya Barat, menyatakan bahwa berkat dan penyertaan Tuhan nyata dalam kehidupan sang gembala.

‎‎Lebih lanjut, Pdt. Hans menjelaskan bahwa setiap persoalan yang dihadapi adalah persoalan pribadi, sehingga menekankan pentingnya persekutuan dan pelayanan kepada Tuhan.

‎Dimana dalam kesaksian menyatakan bahwa keberhasilannya menjabat pimpinan OPD di tiga SKPD dan mengajar di S3 Universitas Cenderawasih merupakan buah dari persekutuan dan pelayanannya kepada Tuhan.

‎”Jabatan yang saya terima adalah kasih karunia Tuhan,” ungkapnya. Untuk itu, Ia mengingatkan bahwa latar belakang keluarganya yang sederhana—orang tuanya hanya guru sekolah minggu—tidak menghalangi campur tangan Tuhan dalam hidupnya.

‎Khotbah ini ditutup dengan penegasan pentingnya bersyukur kepada Tuhan agar jerih payah tidak sia-sia.

‎Sementara itu dalam ibadah ucapan syukur dilaksanakan perjamuan kudus dan perjamuan kasih oleh seluruh Jemaat GPdi Kana.

‎Acara berlangsung khidmat dan penuh sukacita, menandai kesatuan dan kebersamaan umat dalam perjalanan iman. [loy]